batampos - Kabar begal yang sempat bikin warga Batuaji waswas ternyata cuma drama percintaan yang kebablasan.
Polisi memastikan laporan dugaan begal dan penganiayaan di kawasan Simpang Tobing, Batuaji, Kota Batam, merupakan laporan palsu. Pria berinisial F, 22 tahun, diketahui merekayasa cerita tersebut setelah aksinya terbongkar dalam penyelidikan polisi.
Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol M Debby Tri Andrestian, mengatakan pihak kepolisian menemukan sejumlah kejanggalan sejak awal laporan diterima. Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) hingga memeriksa sejumlah saksi.
Hasilnya? Tidak ada begal. Tidak ada penganiayaan. Yang ada justru luka buatan sendiri.
“Luka di tangan korban itu disayat sendiri menggunakan pisau cutter,” ujar Debby di Mapolresta Barelang, Jumat (29/5).
Baca Juga: Gubernur Kepri Resmikan MPP Karimun, Tawarkan 27 Layanan Terintegrasi
Awalnya, F mengaku menjadi korban begal di kawasan Simpang Tobing. Namun setelah cerita itu viral di media sosial, versinya berubah menjadi korban penganiayaan. Polisi yang curiga kemudian mendalami kasus tersebut hingga akhirnya F mengaku semua cerita itu hanyalah karangan.
Menurut Debby, motif di balik aksi nekat tersebut ternyata bukan soal kriminalitas, melainkan urusan hati yang belum selesai.
“Korban ini baru putus cinta. Tujuannya supaya mantannya kasihan dan hubungan mereka bisa kembali lagi,” katanya.
Sayangnya, skenario ala sinetron itu justru berakhir di meja penyidik.
Akibat laporan palsu tersebut, F kini terancam dijerat Pasal 361 KUHP tentang laporan palsu dengan ancaman hukuman satu tahun penjara dan denda hingga Rp10 juta.
“Proses hukum tetap berjalan. Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dengan informasi yang beredar di media sosial sebelum dipastikan kebenarannya. Begal tidak ada, penganiayaan juga tidak ada,” tegas Debby.
Baca Juga: Gracie Abrams Umumkan The Look at My Life Tour, Siap Sapa Fans Dunia
Sementara itu, Kapolsek Sagulung, Iptu Husnul Afkar, mengatakan pihaknya sejak awal sudah menemukan banyak kejanggalan dalam pengakuan korban.
“Kita lakukan penyelidikan mulai dari pengakuan mengantar teman sampai cekcok dengan orang tak dikenal. Tidak ditemukan bukti, dan akhirnya F mengakui kejadian itu memang tidak pernah ada,” ujarnya.
Sebelumnya, kabar dugaan begal tersebut sempat membuat masyarakat resah setelah ramai tersebar di media sosial dan grup percakapan warga Batam. (*)
Editor : Putut Ariyo