batampos – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Batam menyampaikan jamaah haji gelombang kedua mulai bergerak secara bertahap dari Makkah menuju Madinah setelah menuntaskan rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Ketua PPIH Embarkasi Batam, Muhammad Syafii, mengatakan jamaah gelombang kedua masih menjalani tahapan ibadah di Arab Saudi sebelum dijadwalkan kembali ke Indonesia. Berbeda dengan jamaah gelombang pertama yang telah memasuki fase pemulangan ke Tanah Air, jamaah gelombang kedua akan terlebih dahulu melaksanakan sejumlah ibadah di Madinah.
Baca Juga: BPJS Kesehatan Edukasi Program JKN di Polda Kepri
“Jamaah gelombang kedua saat ini secara bertahap bergerak dari Makkah menuju Madinah. Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji, mereka akan melanjutkan ibadah di Madinah sebelum nantinya kembali ke Tanah Air,” ujar Syafii, Kamis (4/6).
Selama berada di Madinah, jamaah dijadwalkan melaksanakan salat Arbain di Masjid Nabawi serta berziarah ke sejumlah lokasi bersejarah yang menjadi bagian dari rangkaian perjalanan ibadah haji.
Pemulangan Jamaah Terus Berlangsung
Di sisi lain, proses pemulangan jamaah haji melalui Debarkasi Batam terus berjalan sesuai jadwal. Hingga saat ini, pemulangan jamaah baru memasuki Kloter BTH 03 yang dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Hang Nadim Batam pada Kamis (4/6) pukul 16.53 WIB.
Kloter BTH 03 diterbangkan menggunakan pesawat Saudi Airlines dengan nomor penerbangan SV 5186 yang mengangkut 445 jamaah dan petugas haji.
PPIH Batam memastikan seluruh persiapan penyambutan jamaah telah dilakukan, mulai dari proses keimigrasian, pemeriksaan kesehatan, pengambilan bagasi hingga pengantaran jamaah menuju daerah asal masing-masing.
Layanan Khusus untuk Lansia dan Disabilitas
Syafii menegaskan pihaknya juga menyiapkan layanan khusus bagi jamaah lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas guna memastikan proses kepulangan berjalan aman dan nyaman.
Berdasarkan data manifes penerbangan, Kloter BTH 03 membawa 17 jamaah pengguna kursi roda. Selain itu terdapat satu jamaah yang menggunakan alat bantu jalan (walking aid) serta satu kursi lipat yang memerlukan penanganan khusus selama proses debarkasi.
“Petugas sudah menyiapkan layanan khusus bagi jamaah yang membutuhkan bantuan mobilitas. Kami ingin memastikan seluruh jamaah dapat menjalani proses kepulangan dengan aman dan nyaman,” katanya.
Baca Juga: Kia Seltos 2027 Makin Premium, Kabin dan Teknologi Lebih Canggih
Setibanya di Batam, seluruh jamaah akan menjalani pemeriksaan kesehatan dan pengecekan suhu tubuh sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan kesehatan setelah menempuh perjalanan panjang dari Arab Saudi.
PPIH juga telah berkoordinasi dengan sejumlah fasilitas kesehatan dan rumah sakit rujukan di Batam untuk mengantisipasi apabila terdapat jamaah yang membutuhkan penanganan medis lanjutan.
Jaga Kesehatan Menjelang Kepulangan
Sementara itu, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Sudianto, mengimbau jamaah yang masih berada di Arab Saudi agar terus menjaga kondisi fisik menjelang kepulangan ke Indonesia.
Menurutnya, perjalanan dari Makkah menuju Madinah tetap membutuhkan kesiapan kesehatan karena jamaah masih menjalani berbagai aktivitas ibadah sebelum kembali ke Tanah Air.
“Alhamdulillah jamaah yang telah pulang maupun yang masih berada di Arab Saudi dapat menjalankan ibadah dengan baik. Kita berharap seluruh jamaah kembali ke daerah masing-masing dalam kondisi sehat dan memperoleh haji yang mabrur,” ujarnya.
PPIH Embarkasi Batam terus memantau perkembangan jamaah haji asal Kepulauan Riau, Riau, Jambi, dan Kalimantan Barat yang tergabung dalam Embarkasi Batam hingga seluruh proses pemulangan jamaah selesai dilaksanakan. (*)
Editor : Putut Ariyo