Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

53 Dapur Makan Bergizi Gratis di Batam Sempat Berhenti Beroperasi, Terkendala Pencairan Dana

Antara • Rabu, 10 Juni 2026 | 22:24 WIB
 Sebanyak 53 dapur sempat menghentikan operasional sementara karena menunggu pencairan dana operasional. Foto: Antara
Sebanyak 53 dapur sempat menghentikan operasional sementara karena menunggu pencairan dana operasional. Foto: Antara

batampos – Sebanyak 53 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Batam, Kepulauan Riau, menghentikan sementara operasional dapur dan layanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penghentian tersebut terjadi karena satuan pelayanan masih menunggu pencairan dana operasional ke rekening virtual account (VA) masing-masing.

Koordinator Wilayah SPPG Batam, Defri Frenaldi, mengatakan operasional dapur akan kembali berjalan begitu dana yang ditunggu telah masuk ke rekening setiap SPPG.

“Ketika anggaran di VA sudah masuk, SPPG langsung melayani kembali. Insya Allah besok sudah kembali melayani,” ujar Defri saat dihubungi, Rabu.

Menurut Defri, jumlah SPPG yang menghentikan operasional pada awal pekan bahkan sempat mencapai lebih dari 55 unit. Namun, sebagian dapur kini telah kembali beroperasi setelah menerima pencairan dana.

“Senin jumlah yang berhenti lebih dari 55 SPPG. Sekarang yang tidak operasional tercatat 53. Artinya, sudah ada beberapa SPPG yang kembali beroperasi,” katanya.

Dana Mulai Masuk

Defri menjelaskan dana operasional untuk sejumlah SPPG mulai dicairkan secara bertahap. Karena itu, beberapa dapur yang sebelumnya menghentikan layanan kini telah kembali menyiapkan dan mendistribusikan makanan kepada para penerima manfaat.

Durasi penghentian operasional juga berbeda-beda di setiap lokasi. Ada SPPG yang hanya berhenti selama satu hari, sementara lainnya membutuhkan waktu lebih lama karena masih menunggu proses pencairan dana.

“Ada yang berhenti satu hari, ada juga yang dua hari. Tergantung kapan dana operasional masuk ke masing-masing rekening,” ujarnya.

Sebaran SPPG yang Tidak Beroperasi

Berdasarkan data terbaru, Batam saat ini memiliki 147 SPPG yang tersebar di berbagai kecamatan. Dari jumlah tersebut, 86 unit masih beroperasi, 53 unit tidak beroperasi sementara, dan delapan unit lainnya belum melayani karena merupakan SPPG baru.

Kecamatan Sagulung menjadi wilayah dengan jumlah dapur tidak beroperasi terbanyak, yakni 10 unit. Disusul Kecamatan Batam Kota dan Sei Beduk yang masing-masing mencatat sembilan SPPG tidak beroperasi.

Sementara itu, Kecamatan Batu Aji dan Sekupang masing-masing memiliki enam dapur yang menghentikan layanan sementara. Di Kecamatan Bengkong dan Nongsa terdapat empat SPPG yang tidak beroperasi, sedangkan Lubuk Baja mencatat tiga unit.

Untuk wilayah hinterland, Kecamatan Bulang dan Belakang Padang masing-masing memiliki satu SPPG yang belum beroperasi.

Adapun di Kecamatan Batu Ampar dan Galang, seluruh SPPG yang telah aktif masih menjalankan layanan secara normal tanpa penghentian operasional.

Optimistis Segera Normal

Meski masih terdapat puluhan dapur yang belum kembali beroperasi, Defri optimistis layanan Program Makan Bergizi Gratis di Batam akan segera normal seiring masuknya dana operasional ke masing-masing satuan pelayanan.

Menurutnya, koordinasi terus dilakukan agar proses pencairan berjalan lancar dan distribusi makanan kepada para siswa penerima manfaat tidak terganggu dalam waktu lama.

“Begitu dana masuk, dapur langsung kembali beroperasi. Kami optimistis layanan akan kembali normal secara bertahap,” kata Defri.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah melalui penyediaan makanan bergizi yang disiapkan oleh jaringan SPPG di berbagai daerah. (*)

Editor : Putut Ariyo
#SPPG Batam #gizi anak #Badan Gizi Nasional #MBG Batam #Makan Bergizi Gratis