batampos – Satpolairud Polresta Barelang melaksanakan pengamanan dan pemeriksaan terhadap penumpang serta barang muatan KM Kelud yang sandar di Pelabuhan Batam Bintang 99, Batu Ampar, Rabu (10/6). Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan aktivitas kedatangan dan keberangkatan penumpang berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Kegiatan yang merupakan bagian dari program Polisi Penolong itu melibatkan personel Satpolairud Polresta Barelang bersama unsur Syahbandar, Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), KP3, serta TNI Angkatan Laut.
Petugas melakukan pengawasan terhadap penumpang yang turun maupun naik kapal, sekaligus memeriksa barang bawaan dan muatan guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan di kawasan pelabuhan.
Berdasarkan data di lapangan, jumlah penumpang yang turun dari KM Kelud mencapai 2.521 orang. Sementara itu, sebanyak 1.340 penumpang tercatat naik dari Batam dan 619 orang merupakan penumpang lanjutan.
Seluruh proses embarkasi dan debarkasi berlangsung dalam kondisi aman dan kondusif. Petugas tidak menemukan gangguan keamanan maupun kejadian menonjol selama kegiatan berlangsung.
Baca Juga: Pelajar SMP di Nongsa Ditemukan Meninggal, Polisi Masih Dalami Penyebabnya
Kasat Polairud Polresta Barelang, Kompol I Kade Dwi Suryawandika, mengatakan pengamanan dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) di kawasan pelabuhan yang menjadi salah satu pintu masuk utama ke Kota Batam.
“Pengamanan dan pengecekan terhadap penumpang serta barang bawaan KM Kelud dilakukan dalam rangka menjaga harkamtibmas di kawasan pelabuhan serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Meski aktivitas pelabuhan berjalan lancar, sejumlah pengguna jasa masih menyoroti kondisi fasilitas pendukung yang dinilai perlu mendapat perhatian, terutama terkait area parkir dan akses keluar masuk kendaraan.
Andi, salah seorang warga yang menjemput anggota keluarganya di pelabuhan, mengaku kepadatan kendaraan sering terjadi ketika kapal dengan jumlah penumpang besar seperti KM Kelud bersandar.
“Kalau KM Kelud datang, kendaraan yang masuk dan keluar sering menumpuk. Kadang harus menunggu lama hanya untuk keluar dari area pelabuhan,” katanya.
Keluhan serupa disampaikan Rina, warga Batam yang mengantar keluarganya ke pelabuhan. Menurutnya, kapasitas area parkir saat ini belum mampu mengakomodasi tingginya aktivitas kendaraan ketika ribuan penumpang datang atau berangkat dalam waktu bersamaan.
“Harapan kami area parkir diperluas dan jalur kendaraan ditata lebih baik. Jadi tidak semrawut dan masyarakat lebih nyaman,” ujarnya.
Masyarakat berharap pengelola Pelabuhan Batam Bintang 99 dapat melakukan pembenahan fasilitas pendukung, khususnya penataan area parkir dan rekayasa arus lalu lintas kendaraan. Dengan terus meningkatnya jumlah pengguna transportasi laut, perbaikan fasilitas dinilai penting untuk mendukung pelayanan pelabuhan yang lebih aman, nyaman, dan tertib bagi seluruh penumpang maupun pengantar. (*)
Editor : Putut Ariyo