Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Jembatan Batam–Bintan Terkendala Pendanaan Rp17 Triliun

Muhammad Syaban • Jumat, 12 Juni 2026 | 22:02 WIB
Gubernur Kepri, Anshar Ahmad
Gubernur Kepri, Anshar Ahmad

batampos - Proyek Jembatan Batam–Bintan yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu agenda pembangunan strategis di Kepulauan Riau hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda akan segera direalisasikan. Kendala utama masih berkutat pada kebutuhan pendanaan yang sangat besar serta belum adanya investor yang menyatakan komitmen untuk membiayai proyek tersebut.

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengakui pembangunan jembatan yang dirancang menghubungkan dua pusat ekonomi terbesar di wilayah itu masih menghadapi tantangan serius, terutama terkait pembiayaan proyek yang nilainya diperkirakan telah melampaui Rp17 triliun.

Gubernur Kepri, Anshar Ahmad, mengatakan pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat sekaligus membuka peluang keterlibatan investor swasta guna merealisasikan proyek yang telah lama diwacanakan tersebut.

“Kami tetap komunikasi terus dengan pemerintah Pekerjaan Umum (PU) pusat. Kalau ada investor yang mau membangun secara utuh, tentu akan kita dorong,” kata Anshar saat ditemui di Batam, Jumat (12/6).

Menurut Anshar, kebutuhan anggaran pembangunan Jembatan Batam–Bintan terus mengalami peningkatan seiring kenaikan harga material dan biaya konstruksi dalam beberapa tahun terakhir.

Ia menyebutkan, berdasarkan perhitungan sebelumnya, nilai investasi proyek tersebut berada di kisaran Rp16 triliun. Namun akibat eskalasi harga, kebutuhan pendanaan saat ini diperkirakan telah menembus lebih dari Rp17 triliun.

“Sebelum eskalasi harga sekitar Rp16 triliun. Sekarang kemungkinan sudah lebih dari Rp17 triliun,” ujarnya.

Meski nilai investasi yang dibutuhkan sangat besar, Anshar menilai proyek tersebut masih memiliki daya tarik bagi investor yang memiliki kapasitas pendanaan kuat dan visi jangka panjang terhadap pengembangan kawasan.

Namun hingga pertengahan 2026, belum ada investor yang secara resmi menyatakan kesiapan untuk membiayai pembangunan jembatan tersebut.

“Kita juga akan koordinasi dengan para pelaku investasi di Kepri. Barangkali bisa bersama-sama atau gotong royong membangun proyek ini,” katanya.

Jembatan Batam–Bintan selama ini dipandang sebagai proyek strategis yang berpotensi mengubah lanskap ekonomi Kepulauan Riau. Infrastruktur tersebut diyakini dapat memperkuat konektivitas antara Batam sebagai pusat industri dan perdagangan dengan Bintan yang memiliki potensi besar di sektor pariwisata, investasi, dan pengembangan kawasan ekonomi.

Integrasi kedua wilayah tersebut dinilai mampu menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru, memperlancar mobilitas barang dan manusia, serta meningkatkan daya saing Kepri di tingkat nasional maupun regional.

Meski demikian, hingga saat ini proyek tersebut masih berada pada tahap perencanaan dan penjajakan peluang pendanaan. Belum adanya investor, belum tersusunnya skema pembiayaan yang pasti, serta meningkatnya kebutuhan anggaran menjadi tantangan utama yang harus diselesaikan sebelum pembangunan dapat dimulai.

Kondisi tersebut membuat proyek Jembatan Batam–Bintan kembali menghadapi pertanyaan yang selama bertahun-tahun terus muncul di tengah masyarakat, yakni kapan pembangunan benar-benar dimulai dan kapan proyek tersebut beralih dari tahap wacana menuju pelaksanaan di lapangan.

Meski dihadapkan pada berbagai kendala, Anshar menegaskan pemerintah daerah akan terus mengupayakan realisasi proyek tersebut hingga akhir masa jabatannya.

“Sampai masa jabatan selesai, akan terus kita kejar,” tegasnya. (*)

Teks Foto:

JEMBATAN BATAM–BINTAN MASIH MENUNGGU INVESTOR – Aktivitas kapal melintas di perairan yang memisahkan Pulau Batam dan Pulau Bintan. Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menyatakan proyek Jembatan Batam–Bintan hingga kini masih terkendala pendanaan dan belum memiliki investor yang siap membiayai pembangunan yang diperkirakan membutuhkan anggaran lebih dari Rp17 triliun. Foto: Batam Pos/Dokumen.

Editor : Putut Ariyo
#Jembatan Batam Bintan #Anshar Ahmad #investasi #infrastruktur #kepri