batampos - Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur hampir seluruh wilayah Kota Batam sejak Jumat (12/6) pagi menyebabkan sejumlah ruas jalan dan kawasan permukiman tergenang air.
Beberapa lokasi yang terdampak antara lain kawasan Lubuk Baja, Nagoya, termasuk Simpang Lampu Merah Martabak Har, serta wilayah Seraya di Kecamatan Batu Ampar.
Genangan air yang muncul di sejumlah titik sempat mengganggu aktivitas masyarakat dan memperlambat arus lalu lintas di beberapa ruas jalan utama.
Forecaster BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, Addini, mengatakan hujan yang terjadi pada Jumat pagi terpantau merata di hampir seluruh wilayah Kota Batam.
“Daerah yang terdampak hujan pada pagi tadi di seluruh wilayah Kota Batam. Untuk siang hari, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih terjadi di wilayah Kecamatan Galang,” ujar Addini, Jumat (12/6).
Baca Juga: ONIC Tantang Geek Fam di Final Upper Bracket MPL ID S17, Perebutkan Tiket MSC 2026 dan Grand Final
Menurutnya, kondisi cuaca tersebut dipengaruhi tingginya kelembapan udara yang mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah Kepulauan Riau, termasuk Kota Batam.
BMKG memperkirakan potensi hujan masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Hujan dengan intensitas ringan hingga lebat berpeluang turun pada siang, sore, hingga malam hari dan dapat disertai petir serta angin kencang di sejumlah wilayah.
“Hujan ringan hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang masih berpotensi terjadi hingga satu minggu ke depan di wilayah Kota Batam,” katanya.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai berbagai dampak yang dapat ditimbulkan cuaca ekstrem, seperti genangan air, banjir lokal, pohon tumbang, serta berkurangnya jarak pandang saat hujan deras.
Selain itu, kondisi cuaca buruk juga berpotensi memengaruhi aktivitas pelayaran, nelayan, hingga transportasi udara apabila hujan lebat dan angin kencang terjadi dalam durasi yang cukup lama.
Karena itu, masyarakat diminta terus memantau informasi cuaca terkini dan peringatan dini yang dikeluarkan BMKG melalui kanal resmi.
Warga yang tinggal di kawasan rawan banjir dan genangan juga diimbau memastikan saluran drainase di lingkungan sekitar tetap bersih agar aliran air tidak terhambat saat hujan turun dengan intensitas tinggi.
Baca Juga: Sebulan Menumpuk, Sampah di Tepi Jalan Bagan Dikeluhkan Warga dan Pengendara
Sementara itu, pengguna jalan diminta meningkatkan kewaspadaan saat berkendara karena kondisi jalan yang licin dan terbatasnya jarak pandang dapat meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
Addini menegaskan BMKG akan terus memantau perkembangan kondisi atmosfer di wilayah Kepulauan Riau dan menyampaikan informasi terbaru apabila terdapat potensi cuaca ekstrem yang dapat berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat.
“Untuk warga, harus selalu update prakiraan cuaca harian di BMKG,” ujarnya. (*)
Editor : Putut Ariyo