batampos – Ruas Jalan Gajah Mada yang menghubungkan Simpang Jam menuju Sekupang kembali mengalami kerusakan. Permukaan jalan di sekitar kawasan Hotel Vista terlihat mengembung dan terangkat pada salah satu sisi badan jalan meskipun sebelumnya telah dilakukan perbaikan.
Pantauan di lokasi pada Senin (22/6) menunjukkan adanya tonjolan cukup signifikan pada permukaan aspal di jalur menuju Sekupang. Kondisi tersebut membuat permukaan jalan tidak lagi rata dan berpotensi membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara yang melintas dengan kecepatan tinggi.
Sejumlah pengguna jalan mengaku khawatir kerusakan itu dapat memicu kecelakaan lalu lintas apabila tidak segera ditangani.
“Kondisinya cukup berbahaya. Kalau pengendara tidak mengetahui ada tonjolan di depan dan melaju dengan kecepatan tinggi, bisa kehilangan kendali,” ujar Ruslin, salah seorang pengendara yang melintas di lokasi.
Baca Juga: Ascott Group Regional Batam Gelar Aksi Donor Darah di Mega Mall, Berhasil Kumpulkan 84 Kantong
Kerusakan tersebut menjadi perhatian karena sebelumnya ruas jalan yang sama telah menjalani perbaikan. Namun, dalam beberapa waktu terakhir, permukaan jalan kembali mengalami deformasi atau pengangkatan pada bagian tertentu.
Sejumlah warga menduga kondisi itu berkaitan dengan karakteristik lereng dan perubahan bentang alam di kawasan perbukitan sekitar Vista. Dugaan tersebut muncul karena lokasi kerusakan berada tidak jauh dari area yang mengalami pembukaan lahan dalam beberapa tahun terakhir.
Meski demikian, penyebab pasti kerusakan belum dapat dipastikan sebelum dilakukan kajian teknis secara menyeluruh.
Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan pihaknya saat ini tengah melakukan evaluasi dan kajian ulang bersama konsultan teknis guna mengetahui penyebab utama kerusakan yang kembali terjadi.
Menurutnya, perbaikan sebelumnya juga dilakukan berdasarkan rekomendasi teknis yang disusun oleh konsultan dan Kementerian Pekerjaan Umum.
“Saat ini sedang dilakukan kajian kembali oleh konsultan teknis berdasarkan rekomendasi Kementerian PU. Pekerjaan perbaikan sebelumnya juga dilaksanakan berdasarkan rekomendasi konsultan tersebut,” kata Ariastuty, Senin (22/6).
BP Batam belum dapat memastikan jadwal perbaikan lanjutan karena masih menunggu hasil investigasi teknis. Kajian tersebut diperlukan untuk memastikan akar persoalan yang menyebabkan badan jalan kembali mengalami pengangkatan setelah diperbaiki.
Hasil evaluasi nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan metode penanganan yang paling tepat agar kerusakan serupa tidak terus berulang di masa mendatang.
“Setelah hasil kajian selesai, akan kami informasikan lebih lanjut,” ujarnya.
Kerusakan yang kembali muncul di salah satu jalur utama Kota Batam ini diharapkan segera mendapatkan solusi permanen mengingat Jalan Gajah Mada merupakan akses penting yang menghubungkan sejumlah kawasan permukiman, industri, dan pelabuhan di wilayah Sekupang. (*)
Editor : Putut Ariyo