Batampos - Layanan Bus Trans Batam resmi mulai melayani rute menuju Bandara Internasional Hang Nadim. Kehadiran angkutan massal tersebut menjadi bagian dari upaya mengintegrasikan transportasi publik dari bandara menuju pusat Kota Batam sekaligus memberikan pilihan moda transportasi yang lebih murah, nyaman, dan modern bagi masyarakat maupun wisatawan.
Peluncuran sekaligus uji coba lintasan Trans Batam menuju Bandara Hang Nadim dilakukan pada Senin (29/6/2026).
Layanan ini melengkapi pilihan transportasi yang selama ini telah tersedia di bandara, seperti bus Damri, taksi konvensional, hingga transportasi berbasis aplikasi.
Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, mengatakan kehadiran Trans Batam merupakan langkah awal membangun sistem transportasi publik yang saling terhubung antara bandara dan kawasan perkotaan.
Baca Juga: Sebanyak 29.887 Warga Natuna Terima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan
"Ini menjadi transportasi massal yang terintegrasi yang menghubungkan Bandara Hang Nadim dengan Kota Batam. Tidak hanya lebih murah, tetapi juga terjangkau dan nyaman bagi masyarakat," kata Denny.
Pada tahap awal, layanan tersebut melayani Koridor 7 dengan rute Nongsa–Batam Centre–Bandara Hang Nadim dan sebaliknya. Sebanyak lima armada disiapkan dengan interval keberangkatan setiap 30 menit.
Penumpang yang ingin melanjutkan perjalanan ke wilayah lain, seperti Batuaji, Sekupang maupun Batam Kota, dapat melakukan transit di titik check point yang berada di depan Harris Hotel, Mega Mall, Batam Centre.
"Kalau masyarakat ingin menuju Batuaji misalnya, bisa turun di check point Batam Centre kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan koridor Trans Batam lainnya," ujar Denny.
Baca Juga: Off-White Bakal Hadirkan Koleksi L/AB dengan Harga Lebih Terjangkau Bidik Pasar Lebih Luas
Selain menawarkan kemudahan akses, tarif Trans Batam juga relatif terjangkau. Penumpang dewasa dikenakan tarif Rp5.000, sedangkan anak-anak Rp2.500.
Seluruh transaksi dilakukan secara nontunai menggunakan QRIS maupun kartu uang elektronik dan dompet digital seperti Brizzi, GoPay, dan OVO, sebagai bagian dari modernisasi sistem pembayaran transportasi publik di Batam.
Denny berharap kehadiran layanan baru tersebut mampu meningkatkan kualitas pelayanan transportasi di Bandara Hang Nadim.
"Kami berharap seluruh pihak, baik BP Batam maupun PT Bandara Internasional Batam (BIB), terus menjaga kualitas pelayanan sehingga masyarakat yang menggunakan Bandara Hang Nadim merasa aman, nyaman, dan puas," katanya.
Sementara itu, Wali Kota Batam Amsakar Achmad yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Batam, Yusfa Hendri, mengatakan pengoperasian Trans Batam menuju bandara merupakan bagian dari pengembangan transportasi publik terintegrasi di Kota Batam.
Menurut dia, integrasi tersebut tidak hanya diterapkan di Bandara Hang Nadim, tetapi juga telah menjangkau sejumlah pelabuhan penumpang sehingga masyarakat memiliki akses transportasi yang saling terhubung.
"Semua sudah mulai terhubung. Masyarakat yang datang melalui bandara maupun pelabuhan dapat melanjutkan perjalanan menggunakan Trans Batam menuju berbagai kawasan di Kota Batam," katanya.
Ia menilai sistem transportasi yang terintegrasi akan mendukung aktivitas masyarakat, mulai dari kawasan permukiman, pusat bisnis, kawasan industri hingga pusat pemerintahan.
Karena itu, Pemerintah Kota Batam berharap pembukaan rute menuju Bandara Hang Nadim menjadi salah satu langkah menuju sistem transportasi perkotaan yang modern.
"Kita ingin Batam menjadi kota yang semakin modern dengan transportasi publik yang mudah diakses masyarakat. Singapura telah membuktikan transportasi publik yang baik mampu meningkatkan kualitas pelayanan kota, dan itu menjadi salah satu contoh yang ingin kita wujudkan di Batam," ujarnya.
Kepala UPT Trans Batam Dinas Perhubungan Kota Batam, Bambang Sucipto, mengatakan pemerintah juga berencana memperluas infrastruktur pendukung layanan Trans Batam. Pada 2026, Dishub menargetkan pembangunan delapan halte baru untuk memperkuat jaringan pelayanan, meski lokasi pembangunannya masih dalam tahap penentuan.
Baca Juga: Ikatan Alumni Universitas Diponegoro Beri Dukungan Moral Terkait Kasus Playgroup Djuwita, Siap Kawal Proses Pembuktian
Sementara itu, Direktur Operasi PT Bandara Internasional Batam (BIB), Hanam Setiabudi, mengatakan masuknya Trans Batam ke Bandara Hang Nadim menjadi langkah penting dalam mewujudkan integrasi transportasi publik di Batam.
Menurut dia, layanan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat, pekerja, maupun wisatawan yang datang dan berangkat melalui Bandara Hang Nadim.
"Kami berharap layanan ini benar-benar dimanfaatkan masyarakat sehingga perjalanan dari dan menuju bandara menjadi lebih mudah, nyaman, efisien, dan semakin meningkatkan kualitas pelayanan Bandara Hang Nadim," tutupnya. (*)