Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

BI dan TNI AL Gelar Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, Salurkan Rp14 Miliar ke Pulau Terluar Kepri

Antara • Kamis, 2 Juli 2026 | 14:44 WIB
Pelepasan kapal KRI Beladau Ekspedisi Rupiah Berdaulat di Pelabuhan Bintang 99 Batu Ampar Batam, Kepri, Kamis (2/7/2026). (ANTARA/Amandine Nadja)
Pelepasan kapal KRI Beladau Ekspedisi Rupiah Berdaulat di Pelabuhan Bintang 99 Batu Ampar Batam, Kepri, Kamis (2/7/2026). (ANTARA/Amandine Nadja)

batampos - Bank Indonesia (BI) bersama TNI Angkatan Laut (TNI AL) kembali menggelar Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 untuk memastikan ketersediaan uang rupiah layak edar di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T) di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Kegiatan yang berlangsung pada 2–8 Juli 2026 ini menjangkau lima pulau di Kepri, yakni Pulau Tarempa di Kabupaten Kepulauan Anambas, Pulau Midai dan Pulau Subi Besar di Kabupaten Natuna, Pulau Tambelan di Kabupaten Bintan, serta Pulau Singkep di Kabupaten Lingga.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widijarto, mengatakan ekspedisi tersebut merupakan bentuk sinergi antara BI dan TNI AL dalam menjaga kedaulatan negara melalui penyediaan uang rupiah di wilayah perbatasan.

"Ini merupakan wujud sinergi Bank Indonesia dan TNI AL. Amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang mengharuskan kami memastikan ketersediaan rupiah tanpa terkecuali, termasuk di wilayah 3T yang secara geografis menjadi tantangan," kata Rony di Batam, Kamis.

 

Jangkau Lima Pulau Terluar

Pelaksanaan ERB 2026 di Kepri secara resmi ditandai dengan pelepasan KRI Beladau-643 dari Pelabuhan Batu Ampar, Batam.

Melalui layanan kas keliling, masyarakat di pulau-pulau terluar dapat menukarkan uang yang lusuh, rusak, atau tidak layak edar dengan uang baru yang layak digunakan sebagai alat transaksi.

Menurut Rony, program ini bertujuan menjaga kualitas uang rupiah yang beredar sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat di wilayah terpencil tetap terpenuhi.

"ERB memastikan kebutuhan uang masyarakat di wilayah 3T tetap terpenuhi. Uang yang sudah lusuh diganti dengan uang layak edar sehingga kualitas rupiah yang beredar tetap terjaga," ujarnya.

 

BI Edarkan Rp14 Miliar

Tahun ini, Bank Indonesia menyiapkan Rp14 miliar uang layak edar untuk didistribusikan kepada masyarakat di wilayah 3T Kepri. Nilai tersebut meningkat dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya yang mencapai Rp13 miliar.

Rony mengatakan, penyelenggaraan tahun 2026 merupakan tahun ke-10 pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat di wilayah Kepulauan Riau.

Selain menyediakan layanan penukaran uang, BI juga akan memberikan edukasi kepada masyarakat melalui program Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah guna meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya rupiah sebagai simbol kedaulatan negara sekaligus alat pembayaran yang sah.

 

KRI Beladau Tempuh 1.135 Nautical Miles

Wakil Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IV, Laksamana Pertama TNI Ketut Budiantara, mengatakan keterlibatan kapal perang TNI AL dalam ekspedisi ini merupakan bukti nyata kehadiran negara dalam melayani masyarakat di wilayah terluar Indonesia.

"Ini merupakan wujud peran negara di wilayah pelosok, khususnya daerah 3T. Kehadiran KRI Beladau dalam ekspedisi ini membuktikan negara hadir untuk melayani masyarakat. Semoga pelayaran sejauh 1.135 nautical miles ini berjalan lancar dengan cuaca yang bersahabat," ujarnya.

 

Distribusi Rupiah di Kepri Punya Tantangan Besar

Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Kepulauan Riau Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Andri Rizal, menilai distribusi uang layak edar di Kepri memiliki tantangan tersendiri karena sekitar 96 persen wilayah provinsi tersebut berupa lautan.

Menurutnya, keberadaan rupiah di pulau-pulau terluar tidak hanya penting untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga memiliki makna strategis sebagai simbol kedaulatan Indonesia.

"Rupiah adalah simbol kedaulatan negara. Kehadiran uang layak edar di pulau-pulau terluar sangat krusial agar masyarakat tetap memiliki akses terhadap mata uang rupiah sebagai alat transaksi yang sah," kata Andri.

Melalui Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, BI bersama TNI AL berharap masyarakat di wilayah perbatasan dan kepulauan terluar tetap memperoleh akses terhadap uang rupiah yang layak edar sekaligus memperkuat kehadiran negara hingga ke pelosok Nusantara. (*)

Editor : Putut Ariyo
#Ekspedisi Rupiah Berdaulat #kepulauan riau #tni al #bank indonesia #rupiah