Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

BSSN Selidiki Dugaan Kebocoran 1.495 Data Peserta SPMB Batam

Muhammad Syaban • Jumat, 3 Juli 2026 | 12:12 WIB
Orang tua calon siswa SMP saat melakukan pendaftaran anaknya di SMPN 43 Batam, Senin (8/6). Hari pertama SPMB dibuka untuk jalur afirmasi dan prestasi. F.Cecep Mulyana/Batam Pos
Orang tua calon siswa SMP saat melakukan pendaftaran anaknya di SMPN 43 Batam, Senin (8/6). Hari pertama SPMB dibuka untuk jalur afirmasi dan prestasi. F.Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Penanganan dugaan kebocoran 1.495 data peserta Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Kota Batam masih terus berlangsung. Hingga kini, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) masih melakukan investigasi digital untuk memastikan apakah data tersebut benar-benar berhasil diakses atau dikuasai oleh pelaku, sekaligus mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab.

Di tengah proses investigasi, Pemerintah Kota Batam mulai memperkuat sistem keamanan aplikasi SPMB dengan memasang Endpoint Detection and Response (EDR), sebuah teknologi yang mampu mendeteksi aktivitas mencurigakan dan potensi serangan siber secara dini.

BSSN Pasang Sistem Deteksi Serangan Siber

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batam, Rudy Pandjaitan, mengatakan pemasangan EDR merupakan hasil asistensi bersama BSSN, Kementerian Komunikasi dan Digital, Dinas Pendidikan, serta Diskominfo Kota Batam.

"Hasil asistensi dengan Badan Siber dan Sandi Negara RI bersama Kementerian Komunikasi dan Digital, Dinas Pendidikan, dan Diskominfo Kota Batam, saat ini sudah dipasang alat pendeteksi insiden siber pada aplikasi SPMB Kota Batam," kata Rudy, Kamis (2/7/2026).

Menurut Rudy, perangkat tersebut akan memperkuat pertahanan sistem dengan mendeteksi lebih awal keberadaan malware maupun aktivitas yang mengindikasikan adanya upaya penyusupan ke dalam aplikasi.

Baca Juga:  Pemerintah Targetkan 3,49 Juta Lapangan Kerja Baru pada 2027

"Alat yang dipasang namanya EDR. Jadi apabila ada malware atau serangan, dapat terdeteksi sejak awal untuk dilakukan antisipasi," ujarnya.

BSSN Masih Telusuri Jejak Pelaku

Selain memperkuat sistem keamanan, BSSN juga masih melakukan proses digital forensik untuk menelusuri asal serangan.

Rudy menjelaskan, tim forensik saat ini sedang melacak alamat protokol internet (IP address) yang diduga digunakan pelaku serta melakukan audit terhadap sistem teknologi informasi (TI).

Audit tersebut bertujuan memastikan apakah data peserta SPMB benar-benar berhasil diambil oleh pelaku atau hanya sebatas klaim yang beredar di forum digital.

"Terkait kebocoran data, saat ini masih dilakukan pencarian IP address dan audit TIK untuk memastikan apakah data tersebut benar sudah dikuasai pihak tersebut atau belum," katanya.

Ia menegaskan, hingga kini identitas pelaku belum dapat dipastikan karena seluruh proses penyelidikan teknis masih berada di bawah kewenangan BSSN.

"Khusus untuk IP address threat actor, kami masih menunggu hasil forensik. Yang menangani kasus ini adalah Badan Siber dan Sandi Negara," ujar Rudy.

Pemkot Minta Seluruh Sistem Elektronik Perkuat Keamanan

Belajar dari dugaan insiden tersebut, Diskominfo Kota Batam meminta seluruh penyelenggara sistem elektronik (PSE) di lingkungan Pemerintah Kota Batam meningkatkan standar keamanan siber.

Menurut Rudy, setiap aplikasi layanan publik wajib menerapkan standar operasional prosedur (SOP) keamanan siber, termasuk memasang sistem peringatan dini (alert system) untuk mendeteksi potensi serangan digital.

"Semua Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) agar mengikuti SOP keamanan siber, termasuk memasang dan menerapkan sistem peringatan (alert system) untuk mendeteksi adanya potensi malware," katanya.

Investigasi Masih Berlangsung

Sebelumnya, dugaan kebocoran 1.495 data peserta SPMB Kota Batam mencuat setelah seorang peretas mengklaim memiliki data pendaftaran siswa dan mengunggah informasi tersebut di sebuah forum digital.

Pemerintah Kota Batam menegaskan investigasi masih terus dilakukan bersama BSSN untuk memastikan sumber kebocoran, memverifikasi klaim pelaku, serta mengevaluasi keamanan sistem agar layanan publik berbasis digital semakin terlindungi dari ancaman serangan siber di masa mendatang.

Hingga hasil investigasi forensik selesai, pemerintah belum menyimpulkan apakah seluruh data yang diklaim bocor benar-benar telah diakses atau disalin oleh pihak yang tidak berwenang. (*)

Editor : Putut Ariyo
#SPMB Batam #Kebocoran Data #BSSN #Diskominfo Batam #keamanan siber