Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

ITEBA Gandeng NVIDIA Indonesia Gelar AI Campus Seminar 2026

Abdul Azis Maulana • Jumat, 3 Juli 2026 | 13:36 WIB
Country Consumer Business Lead NVIDIA Indonesia, Andrian Lesmono, menyampaikan materi pada NVIDIA AI Campus Seminar 2026 di Institut Teknologi Batam (ITEBA), Jumat (3/7). Seminar ini membahas perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), penguatan ekosistem digital, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia untuk menghadapi transformasi teknologi. F. Azis Maulana / BATAM POS
Country Consumer Business Lead NVIDIA Indonesia, Andrian Lesmono, menyampaikan materi pada NVIDIA AI Campus Seminar 2026 di Institut Teknologi Batam (ITEBA), Jumat (3/7). Seminar ini membahas perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), penguatan ekosistem digital, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia untuk menghadapi transformasi teknologi. F. Azis Maulana / BATAM POS

batampos – Persaingan dalam pengembangan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan kini semakin ketat, tidak hanya di negara-negara maju tetapi juga di kawasan Asia Tenggara. Di tengah percepatan transformasi digital tersebut, Indonesia dinilai harus memperkuat investasi dan kualitas sumber daya manusia (SDM) agar tidak tertinggal dalam kompetisi global.

Semangat tersebut menjadi dasar penyelenggaraan NVIDIA AI Campus Seminar 2026 yang digelar Institut Teknologi Batam (ITEBA) bekerja sama dengan NVIDIA Indonesia, Jumat (3/7/2026).

Seminar ini mempertemukan akademisi, praktisi teknologi, mahasiswa, serta pelaku industri untuk membahas perkembangan terbaru AI dan implementasinya di berbagai sektor strategis.

Penyelenggara berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat ekosistem digital di Batam melalui peningkatan kompetensi SDM serta memperluas kolaborasi antara perguruan tinggi, komunitas teknologi, dan dunia industri.

NVIDIA: AI Tidak Bisa Dilarang, Harus Diajarkan dengan Benar

Country Consumer Business Lead NVIDIA Indonesia, Andrian Lesmono, menegaskan perkembangan teknologi AI merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari. Menurutnya, pendekatan yang tepat bukan membatasi penggunaan AI, melainkan memberikan edukasi mengenai cara pemanfaatannya secara bertanggung jawab.

"Kalau tidak diajarkan cara memakainya, justru bisa menimbulkan masalah baru. Institusi pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi, harus memberikan panduan yang jelas mengenai penggunaan AI," ujar Andrian.

Ia mencontohkan pemanfaatan AI dalam dunia pendidikan. Menurutnya, mahasiswa dapat menggunakan AI untuk mencari ide maupun referensi, tetapi hasil akhir tetap harus merupakan karya orisinal dan penggunaan AI perlu diungkapkan secara transparan.

Andrian juga mendorong perguruan tinggi untuk memperbanyak kompetisi, riset, serta proyek berbasis AI agar mahasiswa terdorong menciptakan inovasi yang memberikan solusi nyata.

"Semua negara sekarang sedang berlomba. Vietnam, Malaysia, Singapura, semuanya bergerak cepat. Kita tidak boleh hanya menonton. Kita harus berlari, tetapi tetap dengan arah yang jelas," katanya.

AI Lokal Dinilai Lebih Aman untuk Data Sensitif

Dalam seminar tersebut, praktisi AI sekaligus kreator konten teknologi, Anjas Maradita, memaparkan tren perkembangan local AI, yaitu model kecerdasan buatan yang dapat dijalankan langsung di komputer tanpa bergantung sepenuhnya pada layanan komputasi awan (cloud).

Menurutnya, perkembangan perangkat keras NVIDIA memungkinkan pengguna menjalankan berbagai model AI generatif secara lokal dengan performa tinggi.

Ia mencontohkan platform ComfyUI yang memungkinkan pengguna menghasilkan gambar, musik, hingga video berbasis perintah teks (text-to-image maupun text-to-video) secara mandiri.

"Pengguna sekarang bisa membuat generator gambar, musik, bahkan text-to-video tanpa harus terus-menerus berlangganan layanan daring," ujarnya.

Selain itu, Anjas memperkenalkan konsep AI agent dan otomasi menggunakan platform seperti n8n, yang dapat membantu mengotomatisasi berbagai proses bisnis.

Menurutnya, pemanfaatan AI lokal menjadi solusi penting bagi perusahaan yang mengelola data sensitif karena seluruh proses analisis dapat dilakukan tanpa mengirim data ke layanan AI publik.

Ia mencontohkan sistem analisis investasi yang dikembangkannya untuk perusahaan modal ventura, di mana dokumen bisnis dan laporan keuangan dianalisis langsung di komputer lokal.

"Data-data sensitif seperti laporan keuangan perusahaan sebaiknya tidak seluruhnya dikirim ke layanan publik. Dengan AI lokal, proses analisis tetap bisa dilakukan dengan tingkat privasi yang lebih tinggi," jelasnya.

AI Akan Menjangkau Semua Bidang Ilmu

Dosen pemrograman ITEBA, Deosa Caniago, menilai perkembangan AI merupakan bagian dari transformasi digital yang akan terus berkembang, sebagaimana sebelumnya terjadi pada internet dan telepon pintar.

Ia memperkirakan dalam lima tahun ke depan AI akan semakin banyak digunakan di berbagai bidang, mulai dari teknologi informasi hingga desain komunikasi visual, industri kreatif, pendidikan, dan sektor lainnya.

"Perkembangan dari internet, kemudian smartphone, hingga AI sebenarnya merupakan rangkaian transformasi digital. Mau tidak mau, kita akan beradaptasi dengan perubahan itu, sebagaimana kita beradaptasi dengan smartphone," katanya.

Batam Perkuat Peran dalam Ekosistem AI Nasional

Penyelenggaraan NVIDIA AI Campus Seminar 2026 menunjukkan bahwa pengembangan kecerdasan buatan tidak lagi terpusat di kota-kota besar seperti Jakarta atau Bandung. Perguruan tinggi di daerah mulai mengambil peran strategis dalam membangun ekosistem AI melalui pendidikan, riset, dan kolaborasi dengan industri.

Melalui kegiatan ini, ITEBA bersama NVIDIA Indonesia berharap lahir lebih banyak talenta digital yang mampu mengembangkan solusi berbasis AI sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia dalam menghadapi revolusi teknologi global. (*)

Editor : Putut Ariyo
#artificial intelligence #ITEBA #AI Campus Seminar 2026 #NVIDIA Indonesia #batam