Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

3.024 Orang Jadi Target Peningkatan Kompetensi Disnaker Batam Sepanjang 2026

Rengga Yuliandra • Kamis, 9 Juli 2026 | 10:31 WIB
Pelatihan dan Sertifikasi Juru Las 5G Shielded Metal Arc Welding (SMAW) yang diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam.
Pelatihan dan Sertifikasi Juru Las 5G Shielded Metal Arc Welding (SMAW) yang diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam.

batampos– Pemerintah Kota Batam terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) untuk menjawab tingginya kebutuhan tenaga kerja terampil di sektor industri. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan dan Sertifikasi Juru Las 5G Shielded Metal Arc Welding (SMAW) yang diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam.

Pembukaan pelatihan yang berlangsung Selasa (7/7) itu dihadiri Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, Asisten Administrasi dan Umum Setdako Batam Heriman AK mewakili Wali Kota Batam, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kepulauan Riau Diki Wijaya, serta Kepala Disnaker Kota Batam Yudi Suprapto.

Baca Juga: DPRD Sahkan Pertanggungjawaban APBD 2025, Pemkot Batam Siapkan Langkah Bereskan Piutang PBB Rp592 Miliar

Program tersebut diikuti 12 peserta yang merupakan lulusan SMA/SMK sederajat dan berstatus sebagai pencari kerja. Selama 18 hari, mereka akan mengikuti pelatihan berbasis kompetensi yang memadukan teori dan praktik sebelum menjalani uji kompetensi oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).

Kepala Disnaker Kota Batam, Yudi Suprapto, mengatakan kompetensi Juru Las 5G SMAW dipilih karena menjadi salah satu keahlian yang paling banyak dibutuhkan dunia industri di Batam.

Baca Juga: Raih 16 Medali, Pencak Silat jadi Lumbung Medali Bintan di Ajang Popda X Kepri

Menurutnya, Batam merupakan pusat industri galangan kapal (shipyard), fabrikasi, serta sektor offshore dan marine, sehingga kebutuhan tenaga las bersertifikat masih sangat tinggi.

"Permintaan tenaga las kompeten dari perusahaan masih cukup besar. Berdasarkan informasi yang kami peroleh dari sejumlah Human Resources Development (HRD) perusahaan, hingga saat ini masih banyak kebutuhan tenaga las yang belum terpenuhi," kata Yudi, Rabu (8/7).

Ia menjelaskan, perusahaan kini tidak hanya membutuhkan tenaga kerja yang memiliki kemampuan mengelas, tetapi juga mengutamakan pekerja yang telah mengantongi sertifikat kompetensi sesuai standar industri.

Karena itu, Disnaker Batam menyelenggarakan pelatihan berbasis kompetensi agar lulusan yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

Selain mempelajari teknik pengelasan posisi 5G menggunakan metode SMAW, peserta juga dibekali materi keselamatan dan kesehatan kerja (K3), disiplin kerja, serta etika profesional.

"Pelatihan berbasis kompetensi tidak hanya mengajarkan keterampilan atau skill semata. Peserta juga dibekali pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), dan sikap kerja (attitude) agar siap memasuki dunia kerja," ujarnya.

Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta akan mengikuti uji kompetensi yang dilaksanakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi. Peserta yang dinyatakan kompeten akan memperoleh sertifikat dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang diakui secara nasional.

Selain sertifikat BNSP, peserta juga akan menerima sertifikat pelatihan dari Balai Latihan Kerja (BLK) dan Dinas Tenaga Kerja Kota Batam sebagai bukti telah mengikuti program peningkatan kompetensi.

Meski demikian, Yudi menegaskan Disnaker tidak dapat menjamin seluruh peserta langsung memperoleh pekerjaan setelah lulus. Menurutnya, pelatihan dan penempatan kerja merupakan dua program yang berbeda.

"Kami tidak bisa menjamin seseorang langsung diterima bekerja. Namun kami membantu memfasilitasi dan menghubungkan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja sesuai kompetensinya," jelasnya.

Ia menambahkan, pelatihan ini merupakan bagian dari strategi Pemerintah Kota Batam untuk menekan angka pengangguran melalui peningkatan kualitas tenaga kerja lokal.

Sepanjang 2026, Disnaker Kota Batam menargetkan sebanyak 3.024 orang mengikuti program peningkatan kompetensi. Jumlah tersebut terdiri atas 1.984 pencari kerja yang mengikuti program pelatihan dan sertifikasi serta 1.220 pekerja yang mengikuti program bimbingan teknis (Bimtek) dan sertifikasi guna meningkatkan kompetensi tenaga kerja yang telah bekerja.

Melalui berbagai program tersebut, Pemkot Batam berharap semakin banyak tenaga kerja lokal yang memiliki sertifikasi kompetensi sehingga mampu memenuhi kebutuhan industri yang terus berkembang sekaligus meningkatkan daya saing masyarakat di pasar kerja.

"Semakin banyak tenaga kerja yang memiliki kompetensi dan sertifikasi, maka peluang mereka untuk mendapatkan pekerjaan juga akan semakin besar. Inilah yang menjadi salah satu upaya kami dalam mendukung penurunan angka pengangguran di Kota Batam," tutup Yudi. (*)

Editor : Jamil Qasim
#Las Bersertifikat #disnaker