batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam kembali melanjutkan program seragam gratis bagi peserta didik baru pada tahun ajaran 2026/2027. Program ini menyasar siswa kelas 1 Sekolah Dasar (SD) dan kelas 7 Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebagai upaya membantu meringankan beban biaya pendidikan yang ditanggung orang tua.
Bantuan diberikan kepada siswa di sekolah negeri maupun swasta yang telah terdaftar sebagai penerima program.
Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batam, Wali Kota Batam menyampaikan bahwa program seragam gratis tetap menjadi salah satu bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung akses pendidikan sekaligus memenuhi kebutuhan dasar peserta didik saat memasuki tahun ajaran baru.
"Untuk tahun ini yang mendapatkan program seragam gratis adalah siswa baru kelas 1 SD dan kelas 7 SMP. Bantuan diberikan untuk sekolah negeri maupun swasta yang terdata sebagai penerima," ujar Kepala Diskominfo Kota Batam, Rudi Panjaitan.
Baca Juga: Dinkes Batam: Stigma Masih Jadi Hambatan Pengendalian HIV/AIDS
Lebih dari 26 Ribu Set untuk Siswa SD
Untuk jenjang SD, Pemko Batam menyiapkan sebanyak 26.344 set seragam sekolah. Selain itu, pemerintah juga menyediakan 26.334 set baju Melayu sebagai bagian dari upaya melestarikan budaya daerah sejak usia dini.
Program tersebut menjangkau 145 SD Negeri dan 227 SD Swasta yang tersebar di seluruh wilayah Kota Batam.
"Selain seragam sekolah, kami juga memberikan baju Melayu sebagai bentuk pelestarian budaya daerah. Anak-anak tidak hanya mendapatkan perlengkapan sekolah, tetapi juga dikenalkan dengan identitas Melayu sebagai bagian dari budaya Batam," kata Rudi.
Siswa SMP Juga Mendapat Bantuan
Untuk jenjang SMP, Pemko Batam menyiapkan 26.501 set seragam sekolah dan 26.501 set baju Melayu bagi siswa baru kelas 7.
Bantuan tersebut disalurkan kepada peserta didik di 65 SMP Negeri dan 136 SMP Swasta yang terdaftar sebagai penerima program.
Menurut Rudi, keberlanjutan program seragam gratis diharapkan dapat membantu masyarakat, terutama orang tua yang tengah mempersiapkan kebutuhan anak memasuki jenjang pendidikan baru.
"Harapannya program ini bisa meringankan beban orang tua siswa. Pemerintah hadir agar anak-anak Batam dapat memulai sekolah dengan perlengkapan yang layak," ujarnya.
Baca Juga: Mengapa Harga Sembako di Batam Berbeda Tiap Pasar? Ini Penjelasan Disperindag
Sejumlah Sekolah SPK Tidak Ikut Program
Meski sebagian besar sekolah menerima bantuan, terdapat sejumlah sekolah berstatus Satuan Pendidikan Kerja Sama (SPK) yang memilih tidak mengikuti program seragam gratis.
Untuk jenjang SD, tujuh sekolah yang tidak menerima bantuan tersebut adalah Australia International School (AIS), SD Djuwita, SD Kallista, SD Mondial, SD Monte Sienna, SD Global, dan SD ISB.
Sementara pada jenjang SMP, terdapat empat sekolah yang tidak mengikuti program, yakni SMP Kallista, SMP Mondial, SMP Global, dan Independent School Batam.
"Untuk sekolah lainnya menerima program seragam gratis ini sesuai dengan data yang ada di Pemko Batam," jelas Rudi.
Program seragam gratis menjadi salah satu bentuk dukungan Pemko Batam terhadap peningkatan akses pendidikan sekaligus membantu mengurangi beban pengeluaran keluarga pada awal tahun ajaran baru. (*)
Editor : Putut Ariyo