batampos – Sport Hall Universitas Internasional Batam (UIB) dipenuhi ribuan mahasiswa baru pada Sabtu (22/8). Sebanyak 1.560 mahasiswa mengikuti Program Pengenalan Kehidupan Kampus (P2K2) 2026 sebagai awal perjalanan akademik mereka di kampus yang telah berdiri selama 26 tahun.
Jumlah peserta P2K2 tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang diikuti 1.425 mahasiswa. Para mahasiswa baru berasal dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Papua, Bali, hingga Malang. Selain itu, UIB juga menerima mahasiswa internasional asal Thailand yang menempuh pendidikan melalui program beasiswa.
Mengusung tema "Impact: Inspiring Minds for Progressive Action and Collaborative Transformation", P2K2 2026 dirancang tidak hanya memperkenalkan kehidupan akademik, tetapi juga membekali mahasiswa dengan berbagai wawasan melalui seminar cinta tanah air dan antinarkoba, kesehatan mental, literasi digital, kecerdasan buatan (AI), hingga pentas seni.
Ketua Yayasan Marga Tionghoa Indonesia (YMTI), Soehendro Gautama, mengatakan perguruan tinggi harus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan cara berpikir kritis, berani bertanya, dan mempersiapkan masa depan.
Menurutnya, ilmu yang diperoleh di bangku kuliah harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Ilmu yang dipelajari tidak boleh berhenti di atas kertas. Harus bergerak, menjadi tindakan nyata yang bermanfaat," ujarnya.
Soehendro juga mengingatkan bahwa perubahan besar tidak lahir dari kerja individu semata. Karena itu, mahasiswa perlu belajar membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk mereka yang memiliki latar belakang dan pandangan berbeda.
Ia menegaskan bahwa kegagalan merupakan bagian dari proses pembelajaran yang harus dihadapi setiap mahasiswa.
"Jangan takut gagal, sebab kegagalan adalah bagian dari proses belajar," katanya.
Sementara itu, Rektor UIB, Dr. Iskandar Itan, menyebut angkatan mahasiswa baru tahun ini menjadi salah satu yang terbesar sepanjang sejarah UIB.
Ia mengajak mahasiswa memanfaatkan masa kuliah untuk memperluas pengetahuan sekaligus membangun jejaring yang nantinya berguna saat memasuki dunia kerja.
Menurut Iskandar, mahasiswa harus aktif berdiskusi dengan dosen, asisten dosen, maupun mentor ketika mengalami kesulitan dalam memahami materi. Ia juga mendorong mahasiswa membentuk kelompok belajar dan memperluas relasi.
"Berinteraksilah, bersosialisasi, usahakan bisa membina networking," ujarnya.
Alumnus Universiti Sains Malaysia tersebut menilai tema Impact bukan sekadar slogan dalam penyambutan mahasiswa baru, melainkan semangat agar ilmu yang diperoleh selama kuliah mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Ia mencontohkan lulusan yang menjadi pengusaha dapat menciptakan lapangan kerja dan memberikan manfaat ekonomi bagi banyak orang.
"Manfaatkan semua ilmu, pelajari supaya kalian bisa memberikan dampak nantinya ke masyarakat," katanya.
Rangkaian P2K2 berlangsung sejak pagi hingga sore dengan berbagai sesi pengenalan kampus dan seminar. Kegiatan ditutup dengan pentas seni, pelantikan pengurus organisasi mahasiswa, pengumuman pemenang lomba, penyematan jaket almamater kepada perwakilan mahasiswa baru, serta pembacaan janji mahasiswa. (*)
Editor : Putut Ariyo