Pemko Batam Genjot Usaha Mikro, Modal hingga Rp20 Juta Tanpa Bunga

Rengga Yuliandra • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 16:25 WIB
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam, Salim. Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam, Salim. Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos

 batampos - Pemerintah Kota (Pemko) Batam menyiapkan anggaran Rp3 miliar melalui APBD 2026 untuk membantu pelaku usaha mikro mendapatkan akses permodalan dengan biaya ringan.

Program subsidi bunga tersebut memungkinkan pelaku usaha mikro memperoleh pembiayaan hingga Rp20 juta tanpa bunga, agunan, biaya administrasi, maupun biaya provisi.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam, Salim mengatakan, program tersebut terus diperluas dengan menggandeng sejumlah perbankan.

Hingga 19 Agustus 2026, sebanyak 57 pelaku usaha mikro telah melakukan akad pembiayaan. Rinciannya, 22 usaha mikro mendapatkan pinjaman melalui Bank BTN, 33 melalui BRK Syariah, dan dua lainnya melalui Bank Sumut.

“Per 19 Agustus, yang sudah akad untuk pinjaman ada 22 usaha mikro di BTN, 33 di BRK Syariah, dan dua di Bank Sumut,” kata Salim.

Baca Juga: Maulid Nabi di LAM Batam Dikemas dengan Pantun dan Gurindam Melayu

Menurutnya, kemudahan pembiayaan tersebut diharapkan membantu pelaku usaha memenuhi kebutuhan modal tanpa terbebani bunga maupun biaya tambahan.

Pembiayaan diberikan dengan tenor maksimal dua tahun. Program tersebut sebelumnya dijalankan Pemko Batam bersama Bank BTN pada 2025. Kemudian, program diperluas dengan menggandeng BRK Syariah pada Juni 2026 dan Bank Sumut pada Juli 2026.

Salim mengatakan, pihaknya bersama perbankan terus melakukan sosialisasi untuk meningkatkan pemanfaatan program tersebut.

“Setiap bank melakukan promosi dan dari Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam juga kami promosikan program ini untuk memaksimalkan minat pelaku usaha terhadap pinjaman permodalan,” ujarnya.

Dukungan terhadap usaha mikro tidak hanya diberikan dari sisi pembiayaan. Pemko Batam juga berupaya membantu pelaku UMKM mendapatkan pasar baru melalui D’KUMI Galeri.

Salah satunya dengan menghadirkan D’KUMI Galeri di Terminal Feri Internasional Sekupang. Pada tahap awal, galeri tersebut menampung sekitar 550 jenis produk dari 27 pelaku UMKM Batam.

Kehadiran galeri di kawasan pelabuhan internasional diharapkan menjadi ruang promosi produk lokal kepada wisatawan mancanegara sekaligus membuka peluang pasar lebih luas bagi pelaku UMKM.

“D’KUMI Galeri ditujukan untuk memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal di kawasan pelabuhan internasional, di mana banyak lalu lalang wisatawan mancanegara,” katanya.

Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam juga merencanakan pembukaan D’KUMI Galeri di DPRD Kota Batam dalam waktu dekat. Sementara pada 2027, pihaknya mengusulkan pengembangan galeri serupa di Bandara Internasional Hang Nadim Batam.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ekosistem usaha mikro, mulai dari kemudahan memperoleh modal hingga membuka akses pemasaran.

Dengan dukungan permodalan dan pasar yang lebih luas, pelaku usaha mikro diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi, memperkuat usaha, dan naik kelas. (*)

Editor : Yofi Yuhendri
D'KUMi Galeri Dinas Koperasi Kota Batam umkm pemko batam