Siswa MAN 1 Batam Raih Juara Tilawah Internasional di Malaysia

Rengga Yuliandra • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 20:59 WIB
Siswi MAN 1 Batam yang menjuarai International Online Al-Quran Recitation Competition 2026 di Malaysia. F.ist
Siswi MAN 1 Batam yang menjuarai International Online Al-Quran Recitation Competition 2026 di Malaysia. F.ist

 
batampos - Alunan ayat suci Al-Qur’an mengantarkan nama MAN 1 Kota Batam ke panggung internasional. Dua siswa madrasah tersebut berhasil menorehkan prestasi dalam International Online Al-Quran Recitation Competition 2026 yang diselenggarakan SM Sains Batu Pahat, Johor Bahru, Malaysia.

Prestasi itu tidak hanya mengharumkan nama madrasah, tetapi juga membawa nama Kota Batam dan Indonesia dalam kompetisi yang diikuti peserta dari lima negara Asia Tenggara.

Sebanyak 53 peserta dari Malaysia, Thailand, Brunei Darussalam, Singapura, dan Indonesia ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Dua perwakilan MAN 1 Kota Batam berhasil masuk jajaran peraih prestasi.

Nailah Nadhirah meraih Juara 2 atau Naib Johan (Second Place) kategori Tilawah Putri. Sementara Denis Selamat Supiandi menempati peringkat kelima atau Fifth Place kategori Tilawah Putra.

Kompetisi digelar secara daring dengan proses seleksi yang dimulai sejak 3 Agustus 2026. Peserta diwajibkan melakukan pendaftaran secara daring dan mengunggah rekaman video tilawah Al-Qur’an berdurasi lima hingga tujuh menit.

Video tersebut kemudian dinilai dewan juri profesional berdasarkan kemampuan peserta dalam melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an.

Baca Juga: Dinkes Batam Percepat BIAS, Siswa yang Belum Imunisasi Disisir

Bagi MAN 1 Kota Batam, keikutsertaan dalam kompetisi tersebut bukan sekadar ajang perlombaan. Momentum itu menjadi kesempatan bagi siswa untuk menguji kemampuan sekaligus membuktikan bahwa peserta didik madrasah mampu bersaing dengan pelajar dari negara lain.

Nailah dan Denis juga telah mendapatkan pembinaan dan pendampingan sebelum mengikuti kompetisi, terutama melalui pembinaan di Raudhah MAN 1 Kota Batam.

Persiapan dilakukan secara intensif. Para peserta tidak hanya dilatih kelancaran membaca Al-Qur’an, tetapi juga mendapat pendampingan dalam aspek tajwid, lagu atau maqam, hingga kualitas rekaman video yang menjadi bahan penilaian.

Pembina Raudhah MAN 1 Kota Batam mengatakan persiapan membutuhkan kedisiplinan dan konsistensi. Terlebih, kompetisi tingkat internasional menuntut peserta memberikan penampilan terbaik meskipun seluruh proses dilakukan secara daring.

“Proses latihan dan pendampingan dilakukan secara intensif, mulai dari pemantauan tajwid, lagu (maqam), hingga kualitas rekaman video. Kunci keberhasilan ini adalah kedisiplinan dan semangat anak-anak. Semoga semangat mencintai dan membumikan Al-Qur’an ini terus terjaga,” ungkapnya.

Menurutnya, capaian Nailah dan Denis menjadi bukti bahwa pembinaan keagamaan di lingkungan madrasah dapat melahirkan siswa yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu berprestasi di bidang keagamaan.

Keberhasilan dua siswa tersebut mendapat apresiasi dari Kepala MAN 1 Kota Batam Rudy Hartono. Ia menyampaikan rasa syukur dan bangga karena anak didiknya mampu menunjukkan kemampuan terbaik dalam kompetisi yang mempertemukan peserta dari berbagai negara.

Menurut Rudy, prestasi tersebut menjadi motivasi bagi seluruh keluarga besar MAN 1 Kota Batam untuk terus mengembangkan potensi peserta didik di berbagai bidang.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bangga atas capaian anak-anak kita di tingkat internasional. Prestasi ini membuktikan bahwa siswa madrasah mampu bersaing di kancah global,” ujarnya.

Baca Juga: Kunjungan Wisman ke Kepri Tembus 1,22 Juta hingga Juli 2026, Naik 12,88 Persen

Ia berharap prestasi tersebut tidak berhenti pada pencapaian juara. Pengalaman mengikuti kompetisi internasional diharapkan dapat membentuk kepercayaan diri dan semangat siswa untuk terus belajar serta mengembangkan kemampuan.

“Semoga capaian ini memotivasi seluruh siswa MAN 1 Kota Batam untuk terus menggali potensi dan mengukir prestasi terbaik,” lanjutnya.

Bagi Nailah Nadhirah, keberhasilan meraih posisi kedua menjadi pengalaman yang berkesan. Ia mengaku senang sekaligus haru karena harus bersaing dengan puluhan peserta dari berbagai negara.

Nailah bahkan tidak menyangka dapat meraih posisi kedua dalam kompetisi tersebut.

“Perasaan saya sangat senang dan tidak menyangka bisa meraih posisi ke-2 di antara 53 peserta hebat dari berbagai negara,” tutur Nailah.

Ia menyampaikan terima kasih kepada pihak madrasah, pembina, guru, dan orang tua yang terus memberikan dukungan serta doa selama proses persiapan hingga perlombaan.

“Terima kasih banyak kepada Bapak Kepala Madrasah, Pembina Raudhah, para guru, dan orang tua yang selalu mendukung dan mendoakan kami. Prestasi ini memicu saya untuk belajar lebih giat lagi,” tambahnya.

Prestasi Nailah dan Denis menjadi catatan positif bagi MAN 1 Kota Batam dalam mengembangkan potensi peserta didik. Keduanya membuktikan kemampuan siswa madrasah tidak hanya dapat bersaing di tingkat daerah dan nasional, tetapi juga mampu menembus kompetisi internasional.

Melalui prestasi tersebut, MAN 1 Kota Batam terus mendorong lahirnya generasi muda yang memiliki kemampuan akademik, keterampilan, sekaligus kecintaan terhadap Al-Qur’an. (*)

Editor : Yofi Yuhendri
MAN 1 Batam prestasi siswa kompetisi malaysia tilawah