Asap Sumatra Bergerak ke Kepri, BMKG Imbau Warga Batam Pakai Masker

Abdul Azis Maulana • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 16:25 WIB

 

Asap akibat dari kebakaran hutan dan lahan di Sumatera terpantau di sekitar Wisma Sekupang BP Batam, Jumat (4/9) pagi. Foto: M. Sya’ban/Batam Pos.
Asap akibat dari kebakaran hutan dan lahan di Sumatera terpantau di sekitar Wisma Sekupang BP Batam, Jumat (4/9) pagi. Foto: M. Sya’ban/Batam Pos.

batampos -  Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatra mulai bergerak menuju Kepulauan Riau (Kepri). Berdasarkan pemantauan BMKG melalui citra satelit Himawari-9 pada Jumat (4/9), sebaran asap terdeteksi di sejumlah wilayah Kepri, termasuk Batam.

Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kualitas udara dan jarak pandang apabila konsentrasi asap meningkat.

“Citra sebaran asap wilayah Indonesia yang dipantau pada pukul 14.00 WIB menunjukkan asap terdeteksi di Riau, Sumatra Barat, Jambi, Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, hingga Kalimantan Utara,” kata Forecaster BMKG Hang Nadim Batam, Debora, Jumat (4/9).

Pergerakan asap di setiap wilayah tidak seragam. Asap di Sumatra Utara, Riau, Sumatra Barat, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, dan Sumatra Selatan bergerak ke arah barat laut.

Sementara itu, di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan, asap bergerak ke barat laut hingga utara. Adapun di Kepulauan Riau, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara, asap bergerak ke arah utara hingga timur laut.

“Pola angin secara umum di Indonesia pada saat pemantauan bertiup dari tenggara menuju barat laut hingga utara,” jelasnya.

Baca Juga: Waspadalah, Asap Karhutla Sumatera Masuk Kepri, Batam Mulai Terdampak

Kondisi tersebut juga memunculkan fenomena transboundary haze atau kabut asap lintas batas. Asap dari Sumatra terpantau bergerak hingga Johor, Malaysia, dan Singapura. Sementara asap dari Kalimantan terdeteksi mencapai Sarawak, Malaysia.

BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.

“Warga yang beraktivitas di luar ruangan kami imbau untuk selalu menggunakan masker,” kata Debora.

Masyarakat juga diminta tidak menambah sumber asap dengan membakar sampah sembarangan maupun membuang puntung rokok sembarangan. Warga juga diingatkan menjaga kondisi tubuh dengan memastikan kebutuhan cairan tetap terpenuhi.

Pergerakan asap tersebut menjadi perhatian bagi wilayah Kepri karena kondisi atmosfer dan arah angin dapat memengaruhi sebaran asap dari wilayah lain.

Batam sebagai salah satu wilayah yang berada di jalur pergerakan asap berpotensi mengalami penurunan kualitas udara maupun jarak pandang ketika konsentrasi asap meningkat.(*)

Editor : Yofi Yuhendri
Jarak Pandang bmkg masker karhutla kabut asap