Kabut Asap Mulai Selimuti Batam, Dinkes Minta Warga Kurangi Aktivitas di Luar

Eusebius Sara • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 17:32 WIB
Kabut asap menyelimuti kawasan Batam Centre, Senin (14/9). Kabut asap ini menyebabkan kualitas udara kurang sehat. F Cecep Mulyana/Batam Pos
Kabut asap menyelimuti kawasan Batam Centre, Senin (14/9). Kabut asap ini menyebabkan kualitas udara kurang sehat. F Cecep Mulyana/Batam Pos

 

 
batampos - Kabut asap mulai menyelimuti sejumlah wilayah Kota Batam, Senin (14/9) pagi. Kondisi tersebut terlihat ketika matahari mulai meninggi. Jarak pandang di sejumlah kawasan tampak berkabut, sementara kondisi udara terasa berbeda dari biasanya.

Pantauan di kawasan Batam Center hingga Bengkong menunjukkan langit diselimuti kabut tipis. Angin yang berembus cukup pelan membuat kondisi tersebut bertahan hingga menjelang siang.

Kondisi ini menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi kualitas udara yang dihirup masyarakat. Namun, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam belum dapat memastikan dampak kabut asap terhadap kesehatan warga karena masih menunggu data resmi kualitas udara dari instansi terkait.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Kota Batam Angraeni Nawang Wulan mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil pengukuran tingkat ketebalan asap dan kualitas udara di Batam.

“Untuk pengukur ketebalan asap di Batam itu kita masih menunggu dari dinas terkait, jadi kita belum bisa bicara secara data,” kata Wulan, Senin (14/9).

Baca Juga: Kabut Selimuti Batam, PM2.5 Tembus 82,9 Mikrogram

Menurut dia, secara kasatmata keberadaan kabut memang mulai terlihat di sejumlah wilayah. Namun, untuk memastikan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat, diperlukan hasil pengukuran kualitas udara sebagai dasar evaluasi.

“Kalau bicara dampak, kita harus melakukan evaluasi melalui data. Jadi kita belum bisa bicara dampak,” ujarnya.

Meski demikian, Dinkes Batam mengimbau masyarakat mengambil langkah antisipasi dengan mengurangi atau meminimalkan aktivitas di luar ruangan selama kondisi udara belum kembali normal.

Bagi warga yang terpaksa beraktivitas di luar rumah, penggunaan masker dianjurkan sebagai salah satu bentuk perlindungan.

Wulan juga mengingatkan masyarakat segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami keluhan seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), sesak napas, mata merah, maupun batuk yang tidak kunjung sembuh.

Selain itu, warga diminta menjaga kondisi tubuh tetap fit dengan memperbanyak konsumsi air putih serta mengonsumsi buah dan sayur untuk membantu menjaga daya tahan tubuh. (*) 

Editor : Yofi Yuhendri
kualitas udara kesehatan ispa dinkes batam kabut asap