PIK-R Hadir di 3 Sekolah Rakyat Kepri, Jadi Ruang Curhat dan Rencanakan Masa Depan

Antara • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 21:00 WIB
Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris BKKBN Kepri Vivi Mardia (kanan) memimpin rapat di Kantor BKKBN Kepri, Kota Batam, Rabu (16/9/2026). F-BKKBN Kepri
Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris BKKBN Kepri Vivi Mardia (kanan) memimpin rapat di Kantor BKKBN Kepri, Kota Batam, Rabu (16/9/2026). F-BKKBN Kepri

batampos – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menghadirkan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) di tiga Sekolah Rakyat di wilayah tersebut.

PIK-R tersebut dibentuk di Sekolah Rakyat Terintegrasi 32 Kabupaten Natuna, Sekolah Rakyat Terintegrasi 33 Kota Tanjungpinang, serta Sekolah Rakyat Terintegrasi 12 Kabupaten Kepulauan Anambas.

Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris BKKBN Kepri Vivi Mardia mengatakan PIK-R diharapkan menjadi ruang bagi peserta didik untuk mendapatkan informasi, menyampaikan persoalan, sekaligus berdiskusi mengenai rencana masa depan.

“PIK-R menjadi rumah informasi dan ruang tumbuh bagi remaja. Ketika memiliki pertanyaan, mereka tahu harus mencari informasi ke mana. Ketika menghadapi masalah, mereka tahu kepada siapa harus bercerita, dan ketika memiliki cita-cita mereka mendapatkan dukungan untuk merencanakan masa depannya,” kata Vivi di Batam, Rabu.

Menurut Vivi, pembentukan PIK-R di Sekolah Rakyat bukan sekadar menghadirkan organisasi baru di lingkungan sekolah. Keberadaannya diarahkan untuk menjawab kebutuhan remaja terhadap ruang yang nyaman untuk bertanya, bercerita, mendapatkan informasi, dan memperoleh pendampingan.

“Setiap remaja membutuhkan tempat untuk bertanya tanpa takut dihakimi, teman untuk mendengarkan ketika menghadapi persoalan, serta seseorang yang dapat membantu mereka melihat dan merencanakan masa depan,” ujarnya.

Karena itu, PIK-R diharapkan menjadi ruang aman bagi peserta didik untuk tumbuh, belajar, berbagi pengalaman, dan saling mendukung.

Sekolah Rakyat Diperluas

Vivi mengatakan keberadaan ruang pendampingan seperti PIK-R menjadi semakin penting seiring dengan pengembangan Sekolah Rakyat sebagai program prioritas nasional.

Berdasarkan data tahun ajaran 2025/2026, terdapat 166 Sekolah Rakyat rintisan yang tersebar di 141 kabupaten/kota pada 34 provinsi. Program tersebut saat itu mencakup 14.776 peserta didik.

Pada tahun ajaran 2026/2027, jumlah titik Sekolah Rakyat diperluas menjadi 182 dengan 28.568 peserta didik baru. Dengan penambahan tersebut, jumlah keseluruhan peserta didik mencapai 43.344 orang.

Dari peserta didik baru, sebanyak 11.186 orang berada pada jenjang SMP dan 11.077 orang pada jenjang SMA. Kelompok tersebut berada pada rentang usia remaja yang membutuhkan pendampingan dalam berbagai aspek perkembangan.

Sekolah Rakyat sendiri merupakan program pendidikan formal berbasis asrama yang diperuntukkan bagi anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem pada desil 1–2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

PIK-R Jadi Penghubung Remaja dan Sekolah

Vivi berharap PIK-R dapat menjadi jembatan komunikasi antara peserta didik dengan guru, guru bimbingan dan konseling (BK), wali asrama, serta tenaga pendidik lainnya.

Dengan adanya ruang tersebut, aspirasi maupun persoalan yang dihadapi peserta didik diharapkan dapat disampaikan lebih mudah sehingga pendampingan dapat diberikan sesuai kebutuhan.

Pembentukan PIK-R melibatkan sejumlah pihak, di antaranya organisasi perangkat daerah (OPD) yang membidangi Kependudukan dan Keluarga Berencana, penyuluh keluarga berencana, Forum Generasi Berencana (GenRe), kepala sekolah, guru BK, serta unsur pendidik Sekolah Rakyat.

Vivi menegaskan keberadaan PIK-R tidak berhenti pada pembentukan kelembagaan. Ruang tersebut diharapkan aktif dimanfaatkan remaja untuk memperoleh informasi yang tepat, berdiskusi, dan mempersiapkan masa depan.

“Dari ruang tersebut, diharapkan lahir Duta Generasi Berencana dari Sekolah Rakyat yang mampu menjadi teladan dan inspirasi bagi teman sebaya untuk tumbuh dan meraih cita-cita,” demikian Vivi. (*)

Editor : Putut Ariyo
PIK-R Sekolah Rakyat pendidikan remaja BKKBN Kepri