PLN Batam Klaim Cadangan Listrik 20 Persen, Siap Dukung Ekspansi Data Center

Jamaluddin Lobang • Dipublikasikan Senin, 19 Oktober 2026 | 14:35 WIB
Direktur Utama PT PLN Batam Kwin Fo. F. Jamaluddin / Batam Pos
Direktur Utama PT PLN Batam Kwin Fo. F. Jamaluddin / Batam Pos

 
batampos - PT PLN Batam mengklaim siap memenuhi kebutuhan listrik seiring pesatnya pengembangan pusat data (data center) di Kota Batam. Perusahaan menyebut cadangan daya listrik saat ini masih mencapai 20 persen dan kapasitas pasokan akan terus ditingkatkan untuk mengantisipasi pertumbuhan industri tersebut.

Direktur Utama PT PLN Batam Kwin Fo mengatakan kesiapan pasokan listrik menjadi bagian dari upaya perusahaan mendukung investasi pusat data di Batam. Hal itu disampaikannya dalam jumpa pers di Kantor PLN Batam, Minggu (18/10).

Dalam kesempatan tersebut, Kwin Fo juga membantah kabar yang mengaitkan pemadaman listrik meluas atau blackout di Batam dan Bintan pada Senin (12/10) dengan pengujian operasional pusat data yang membutuhkan daya besar.

“Pemadaman meluas yang terjadi Senin (12/10) di Pulau Batam dan Bintan sama sekali tidak ada sangkut paut dengan data center. Informasi bahwa ada pengetesan atau commissioning untuk operasional data center, dan membutuhkan daya sangat besar, itu sama sekali tidak benar,” kata Kwin Fo.

Menurut dia, fasilitas pusat data yang sedang dikembangkan di Batam belum akan beroperasi penuh dalam waktu dekat. Jika mulai beroperasi, tingkat operasionalnya diperkirakan belum melampaui 10 persen dari kapasitas total.

Kwin Fo menegaskan, PLN Batam saat ini tidak mengalami defisit atau kekurangan pasokan listrik. Cadangan daya yang tersedia, kata dia, masih cukup untuk mendukung kebutuhan listrik, termasuk dari sektor pusat data yang terus berkembang.

“Kita tidak ada defisit ataupun kekurangan pasokan listrik. Tadi sudah saya sampaikan, cadangan daya kita sampai saat ini masih 20 persen,” ujarnya.

Baca Juga: PLN Batam Beberkan BlackOut, Tempo Hari

Untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan listrik, PLN Batam berencana menambah kapasitas pasokan. Dari kapasitas yang saat ini mencapai sekitar 930 megawatt (MW), perusahaan menargetkan peningkatan hingga melampaui 1.000 MW.

“Kami cukup yakin, nanti daya dukung pasok kita di tahun depan mungkin lebih dari 1.200 atau 1.300 megawatt,” kata Kwin Fo.

Di sisi lain, pertumbuhan industri pusat data turut meningkatkan kebutuhan energi yang lebih ramah lingkungan. Kwin Fo memastikan PLN Batam akan mengutamakan penggunaan energi hijau, terutama melalui pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

Namun, ia belum merinci skema penyediaan maupun besaran dukungan energi hijau yang akan disiapkan untuk memenuhi kebutuhan operasional pusat data di Batam.

Sebelumnya, Badan Pengusahaan (BP) Batam menargetkan empat fasilitas pusat data beroperasi pada 2026. Target tersebut mencakup dua fasilitas yang telah lebih dahulu beroperasi serta dua proyek yang sedang dikembangkan di kawasan industri Kabil.

Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, sebelumnya menyebut dua proyek yang ditargetkan mulai beroperasi tahun ini adalah DayOne dan NeutraDC Nxera Batam. Keduanya berada di kawasan Kabil.

Dengan tambahan dua fasilitas tersebut, jumlah pusat data yang beroperasi di Batam ditargetkan bertambah menjadi empat. Dua fasilitas yang lebih dahulu beroperasi adalah DayOne DC di Nongsa Digital Park dan Golden Digital Gateway.

BP Batam sebelumnya mencatat terdapat 16 proyek pusat data dalam pipeline investasi Batam. Dari jumlah tersebut, dua fasilitas telah beroperasi, lima proyek masih dalam tahap konstruksi, tiga proyek dalam persiapan konstruksi, dan enam lainnya masih dalam proses negosiasi.

Pesatnya pengembangan pusat data membuat kesiapan infrastruktur dasar menjadi perhatian, terutama pasokan listrik dan air. Kedua kebutuhan tersebut harus dipenuhi seiring bertambahnya fasilitas yang memerlukan dukungan utilitas dalam skala besar.

Untuk mendukung kebutuhan air, BP Batam juga menyiapkan pemanfaatan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO), yakni teknologi yang mengolah air laut menjadi air tawar. (*)

Editor : Yofi Yuhendri
Pusat Data blackout Batam cadangan listrik data center PLN Batam