batampos - Trans Batam mulai meningkatkan standar pelayanan dengan membekali 25 pengawas melalui pelatihan bersama TransJakarta Academy. Program ini menyasar pengawas yang bertugas memastikan petugas bus, halte, dan layanan tiket menjalankan tugas sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Pelatihan berlangsung selama dua hari, Rabu hingga Kamis (21–22/10), di Hotel Sahid Batam Center. Kegiatan ini menjadi langkah awal Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) sekaligus mendorong pelayanan transportasi publik yang lebih profesional.
Kepala Dishub Kota Batam, Leo Putra, mengatakan pengawas menjadi kelompok pertama yang mengikuti pelatihan karena memiliki peran penting dalam menjaga kualitas pelayanan di lapangan.
Kegiatan dibuka pada Rabu (21/10) pagi melalui lokakarya bertema Service Leadership and Operational Excellence for Field Superiors di lantai tiga Hotel Sahid Batam Center.
“Sekarang Trans Batam bisa berinovasi untuk membangun SDM dengan bekerja sama dengan TransJakarta Academy,” kata Leo setelah membuka kegiatan tersebut.
Menurut dia, tugas pengawas tidak sebatas memantau kedisiplinan petugas, tetapi juga memastikan seluruh prosedur pelayanan berjalan sesuai ketentuan. Pengawasan mencakup layanan di dalam bus, pengelolaan tiket, hingga pelayanan petugas di halte.
“Yang ada di bus, SOP, ticketing, petugas di halte. Mereka diarahkan pada standar pelayanan yang baik. Itulah tugas pengawas,” ujarnya.
Baca Juga: Dishub Batam Latih 25 Pengawas Trans Batam, Gandeng Transjakarta Academy
Leo menjelaskan, TransJakarta dipilih sebagai rujukan karena memiliki pengalaman dalam mengelola transportasi publik di Jakarta. Meski menilai pelayanan Trans Batam sudah cukup baik, ia ingin tata kelola dan standar pelayanan terus ditingkatkan melalui pertukaran pengetahuan.
“Perbandingan kita adalah ibu kota, dalam hal ini Jakarta. Bagaimana tata kelola Jakarta itu seperti apa. Alhamdulillah, hari ini kita berkolaborasi,” katanya.
Pelatihan ini merupakan angkatan pertama. Ke depan, Dishub Batam berencana memperluas program serupa kepada petugas lain, termasuk petugas tiket dan halte. Dengan demikian, peningkatan kompetensi diharapkan tidak hanya berhenti pada pengawas, tetapi juga menjangkau petugas yang berinteraksi langsung dengan penumpang.
Leo berharap petugas Trans Batam memiliki kemampuan teknis dan sertifikasi yang sesuai dengan tugas masing-masing. Menurut dia, proses perekrutan tenaga kerja perlu diikuti pembekalan agar setiap petugas memahami tanggung jawab dan standar pelayanan yang harus dijalankan.
“Semakin banyak pelatihan, semakin bagus kompetensinya. Trans Batam baru memulai sekarang dengan berkolaborasi bersama TransJakarta Academy,” ujarnya.
Sebanyak 25 peserta pelatihan ditargetkan memperoleh sertifikat. Leo menilai sertifikasi menjadi salah satu bentuk pengakuan terhadap kompetensi pengawas dalam menjalankan tugasnya.
Ia menegaskan, pelatihan tersebut bukan sekadar kegiatan formalitas, melainkan harus diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari. Materi yang diperoleh peserta juga diharapkan dapat diteruskan kepada petugas yang mereka awasi.
“Ini dibuat bukan buat gaya-gayaan, tapi dijalankan dengan serius,” kata Leo.
Ia menambahkan, keberhasilan pelatihan tidak hanya diukur dari jumlah peserta, tetapi juga dari kemampuan mereka memahami dan menerapkan materi. Karena itu, Trans Batam akan mengevaluasi kebutuhan pelatihan lanjutan agar peningkatan kompetensi SDM dapat dilakukan secara bertahap.
Melalui program ini, Dishub Batam berharap kualitas pelayanan Trans Batam semakin konsisten, mulai dari kedisiplinan petugas dan penerapan SOP hingga kenyamanan penumpang. (*)
Editor : Yofi Yuhendri