Batampos – Sebanyak 44 pemimpin muda Indonesia telah sukses menyelesaikan program YSEALI Academic Fellows di Amerika Serikat dan kembali ke tanah air pada 22 Mei 2025. Program ini merupakan bagian dari Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI), program unggulan Pemerintah Amerika Serikat yang bertujuan memperkuat jejaring dan kepemimpinan pemuda di Asia Tenggara.
Selama lima minggu, para peserta berpartisipasi dalam program kepemimpinan yang berfokus pada tema keterlibatan masyarakat sipil, inovasi dan kewirausahaan, masyarakat dan pemerintahan, serta pengelolaan sumber daya alam. Tahun ini, mereka bergabung bersama lebih dari 200 pemuda dari seluruh ASEAN dan Timor Leste.
Minat pemuda Indonesia terhadap program ini sangat tinggi. Tercatat lebih dari 2.000 pendaftar, namun hanya 44 yang terpilih mewakili 23 provinsi di Indonesia. Para peserta berasal dari latar belakang akademis dan profesional yang beragam, mencerminkan kekayaan perspektif generasi muda Indonesia.
Para peserta ditempatkan di sepuluh universitas terkemuka di Amerika Serikat, seperti di University of Montana, University of Nevada, University of Connecticut, James Madison University, Northern Arizona University, dan University of California.
Selama program berlangsung, peserta mengikuti seminar akademik, aktivitas sosial, dan kunjungan studi ke berbagai organisasi lokal, lembaga pemerintah negara bagian, sektor swasta, dan organisasi nonprofit.
"Diskusi lintas budaya dan disiplin memberi saya perspektif baru tentang tantangan sipil di Asia Tenggara. Namun pelajaran paling berharga saya dapatkan saat bekerja langsung dengan komunitas lokal," ujar salah satu alumni YSEALI 2025, Devanka Diaz Ayu Pitaloka asal Jawa Tengah.
Devanka dan peserta lain juga berkesempatan mengunjungi lokasi ikonik seperti Grand Canyon dan terlibat dalam kegiatan sukarela di Flagstaff, Arizona.
Menurutnya, interaksi dengan warga lokal yang ramah dan terbuka memperkuat keyakinannya bahwa perubahan sosial dimulai dari tindakan kecil yang penuh empati.
Sementara itu, Pejabat Diplomasi Publik Kedutaan Besar AS di Jakarta, Mary Trechock, menegaskan komitmen Amerika Serikat dalam mengembangkan pemimpin masa depan di Indonesia.
"Amerika Serikat berkomitmen untuk mengembangkan generasi pemimpin masa depan Indonesia melalui program seperti YSEALI. Inti dari YSEALI adalah ide bahwa investasi pada generasi pembawa perubahan adalah kunci menuju masa depan yang lebih aman, kuat, dan sejahtera bagi semua," ujar Mary.
Sejak diluncurkan pada 2013, YSEALI telah menjadi wadah penting bagi para pemuda Asia Tenggara untuk bertukar gagasan, membangun jaringan, dan memperkuat kapasitas mereka dalam menghadapi tantangan global. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak