Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Indomie Soto Banjar di Taiwan Mengandung Etilen Oksida, Apa Itu dan Seberapa Berbahaya?

Juliana Belence • Rabu, 17 September 2025 | 19:30 WIB
ilustrasi
ilustrasi

batampos - Beberapa waktu terakhir, publik dihebohkan dengan kabar dari Taiwan yang menyebutkan salah satu varian mi instan asal Indonesia, Indomie Soto Banjar Limau kulit terdeteksi mengandung etilen oksida (EtO).

Temuan ini memicu kekhawatiran konsumen dan respon cepat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI serta produsen PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk.

Otoritas Taiwan melaporkan temuan residu etilen oksida pada produk indomie dengan tanggal kedaluwarsa 19 Maret 2026. Kandungan residu etilen oksida yang terdeteksi adalah 0,1 mg/kg dalam bubuk penyedap.

"Produk tersebut tidak memenuhi standar keamanan pangan di Taiwan dan melarang peredaran varian di pasaran," kata CFS (Centre for Food Safety), dikutip dari Radar Solo, Rabu (17/9).

BPOM menyatakan telah melakukan pengawasan ketat terhadap seluruh mie instan yang memiliki izin edar resmi di Indonesia. Indofood menegaskan produk yang dimaksud Taiwan tidak diekspor secara resmi, tetapi masuk lewat jalur impor tidak resmi.

Etilen oksida adalah gas tidak berwarna, mudah terbakar, sangat reaktif, dan memiliki bau manis ringan. Digunakan sebagai bahan baku kimia dalam produksi etilen glikol.

Bahaya etilen oksida (EtO) bagi kesehatan, dikutip dari Food Safety:
- Iritasi saluran pernapasan, mata, dan hidung
- Mual, pusing, dan sakit kepala
- Kelelahan
- Kanker payudara
- Risiko gangguan reproduksi dan bahaya bagi janin pada ibu hamil

Kehadiran residu EtO dengan angka kecil bukan berarti langsung memicu penyakit, tetapi risiko meningkat jika paparan terjadi terus - menerus dalam jangka panjang.(*)

Editor : Tunggul Manurung
#taiwan #indomie soto banjar