Batampos - Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyambut baik langkah pengakuan tiga negara, Inggris, Kanada, dan Australia atas kedaulatan negara yang dipimpinnya.
"Ini (pengakuan, Red) akan membantu membuka jalan bagi Negara Palestina untuk hidup berdampingan dengan Negara Israel. Dalam berbagai hal. Keamanan, perdamaian, dan menjadi tetangga yang baik," ujar Abbas seperti dikutip dari Reuters, Minggu (21/9/2025) waktu setempat.
Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer menulis surat kepada Abbas untuk menegaskan keputusannya, sambil mengingatkan bahwa London sejak 1917 mendukung tanah air Yahudi, namun juga berjanji melindungi hak komunitas non-Yahudi.
Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, saat mengumumkan keputusannya mendukung Palestina, mengatakan, langkah itu akan memperkuat mereka yang mencari koeksistensi damai dan mengakhiri kegiatan brutal Hamas di Palestina, yang selama ini hidup di bawah bayang-bayang masyarakat sipil. "Ini sama sekali bukan bentuk legitimasi terorisme, juga bukan hadiah untuk itu," tambahnya.
Menyusul pengumuman pengakuan pada Minggu di tiga ibu kota itu, Menteri Keamanan Israel Ben-Gvir mengatakan, akan mengusulkan agar kabinet menerapkan kedaulatan di wilayah Palestina lain yang diduduki Israel, yaitu Tepi Barat. Itu artinya, akan ada aneksasi de facto atas wilayah yang direbut dalam perang 1967 lalu tersebut.
Ia juga mengatakan, Otoritas Palestina yang didukung Barat dan memiliki pemerintahan terbatas di Tepi Barat sebaiknya dibubarkan. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak