batampos - Lebih dari 4.000 sekolah dasar, menengah pertama, dan menengah atas di Korea Selatan telah ditutup secara permanen.
Jumlah siswa yang menurun tajam menjadi penyebab utama.
Kasus ini sesuai dengan data terbaru yang dirilis akhir Desember 2025 oleh Kementerian Pendidikan Korea Selatan dan disampaikan oleh anggota parlemen Jin Sun-mee.
Data resmi menunjukkan bahwa sejak 1980 hingga Maret 2025, total 2.008 sekolah di bawah 17 kantor pendidikan regional telah ditutup karena tidak lagi memiliki cukup siswa untuk beroperasi.
3.674 sekolah dasar, 264 sekolah menengah pertama, dan 70 sekolah menengah atas yang tutup. Penutupan ini mencerminkan penurunan drastis populasi pelajar di seluruh negeri.
Pada awal 1980-an, jumlah siswa di sekolah dasar sampai menengah mencapai sekitar 9,9 juta orang. Namun, angka itu turun menjadi sekitar 5,07 juta siswa pada 2025.
"Tingkat fertilitas negara ini terus berada di bawah 0,8 yang menjadikannya salah satu terendah di dunia," tulis Pemerintah Korea Selatan, dikutip dari Vietnam VN, Selasa (30/12).
Kondisi ini menyebabkan lebih sedikit anak yang lahir setiap tahun. Menjadi penyebab turunnya jumlah siswa sekolah.
Diproyeksikan bahwa jumlah pelajar akan terus menurun dengan estimasi bahwa populasi pelajar akan turun sekitar 4,25 juta pada 2029. Sebuah penurunan lebih dari 800.000 siswa hanya dalam enam tahun.
Banyak sekolah yang ditutup ikin menjadi aset tak terpakai yang belum dikelola dengan baik. Anggota parlemen Jin Sun-mee mengingatkan bahwa pengelolaan dan pemanfaatan kembali bangunan sekolah harus menjadi prioritas.
Hal ini untuk mencegah pemborosan aset publik dan mendukung kebutuhan komunitas lokal di masa depan.
Dalam 5 tahun terakhir, tercatat 158 sekolah tutup dan diperkirakan 107 sekolah lagi akan tutup dalam 5 tahun ke depan.
Penutupan terjadi di wilayah non metropolitan yang mencerminkan kontras antara permintaan siswa di kota besar seperti Seoul.
Penutupan sekolah ini adalah dampak langsung dari krisis demografi nasional.(*)
Editor : Juliana Belence