batampos - Layanan robotaxi otonom milik Tesla di Austin, Texas, tengah menjadi perhatian setelah tercatat terlibat dalam 14 kecelakaan selama delapan bulan pertama operasinya.
Informasi ini muncul dari pengajuan resmi kepada NHTSA yang mewajibkan pelaporan setiap insiden yang melibatkan sistem automated driving system (ADS).
Laporan tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar kecelakaan terjadi sejak Juli 2025 hanya beberapa minggu setelah layanan dimulai.
Tesla melaporkan sejumlah insiden yang awalnya diklasifikasikan sebagai kerusakan properti.
Satu kasus dari Juli kemudian diperbarui menjadi kecelakaan yang menyebabkan cedera ringan dan rawat inap.
Ini menunjukkan bahwa beberapa tabrakan memiliki dampak yang lebih serius daripada yang awalnya dilaporkan.
Dalam pengajuan data terakhir yang dilaporkan pada Januari 2026, Tesla mencatat lima kecelakaan baru yang terjadi antara Desember 2025 dan Januari 2026.
Insiden - insiden ini mencakup kasus robotaxi yang bertabrakan dengan bus kota saat berhenti.
Beberapa kejadian robotaxi yang mundur dan menabrak tiang atau objek tetap lain di area parkir.
Rincian lengkap dari setiap kecelakaan ini tetap terbatas karena laporan Tesla sering dirahasiakan sebagai informasi bisnis yang sensitif.
Berbeda dengan pesaing seperti Waymo yang melaporkan narasi insiden secara lebih rinci.
Tesla memulai layanan robotaxi di Austin menggunakan model Model Y dengan human safety monitor di kursi depan untuk mengamati sistem otomatisnya.
Pada Desember, perusahaan mulai menawarkan beberapa perjalanan tanpa pengawas manusia di armadanya, tetapi belum jelas apakah kecelakaan - kecelakaan terbaru melibatkan unit tanpa monitor.
Analisis tambahan dari data yang dilaporkan menunjukkan bahwa jika fleet robotaxi Tesla telah menempuh sekitar 800.000 mil operasional di Austin hingga Januari 2026.
Rata - rata terjadinya satu tabrakan setiap ekitar 57.000 mil tercatat.
Angka ini menunjukkan intensitas tabrakan yang lebih tinggi dibandingkan statistik yang biasanya ditunjukkan oleh pengemudi manusia.(*)
Editor : Juliana Belence