Sebelumnya, pada awal Maret, Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menyatakan pemerintahnya menyetujui permintaan Washington untuk memanfaatkan pangkalan militer Inggris dalam operasi terhadap fasilitas rudal Iran.
Kelin menyindir pernyataan Inggris yang selama ini mengklaim tidak terlibat langsung dan hanya memberikan dukungan defensif terbatas sambil tetap mendorong jalur diplomasi.
“Mereka mengklaim tidak ikut campur dan hanya memberi dukungan ‘pertahanan’ minimal. Siapa yang mereka bodohi?” kata Kelin, dikutip dari Antara, Minggu (5/4).
Ia menegaskan, izin penggunaan pangkalan militer oleh AS serta pengerahan pesawat tempur ke kawasan tersebut merupakan bentuk keterlibatan nyata Inggris dalam konflik, terlepas dari bagaimana pemerintah mencoba menjelaskannya.
“Membiarkan Amerika melancarkan serangan dari pangkalan mereka dan mengerahkan pesawat militer ke wilayah tersebut sama dengan keterlibatan langsung,” ujarnya.
Kelin juga menuding Inggris berupaya mendorong lebih banyak negara untuk berhadapan dengan Iran.
Sementara itu, pada 28 Februari, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan serta korban sipil.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah.
Pada awalnya, Washington dan Tel Aviv menyebut serangan tersebut sebagai langkah pencegahan terhadap ancaman program nuklir Iran. Namun, belakangan keduanya juga menyatakan adanya tujuan untuk mendorong perubahan kekuasaan di negara tersebut. (*)