Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Iran Setuju Gencatan Senjata 2 Pekan, Jalan Damai AS–Israel Dibuka dari Islamabad

jpg • Rabu, 8 April 2026 | 15:47 WIB
Menlu Iran Abbas Araghchi. (Al-Jazeera).
Menlu Iran Abbas Araghchi. (Al-Jazeera).

batampos – Iran resmi menyetujui gencatan senjata selama dua pekan dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Kesepakatan ini membuka peluang dimulainya negosiasi damai yang dijadwalkan berlangsung di Islamabad, Pakistan, mulai Jumat (10/4).

Keputusan tersebut diumumkan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, tak lama setelah Presiden AS, Donald Trump, menyatakan penangguhan serangan militer terhadap Iran dalam periode yang sama.

Langkah ini menjadi perkembangan penting setelah lebih dari lima minggu konflik intens yang melibatkan AS, Israel, serta kelompok sekutu Iran di kawasan.

Mengutip Al Jazeera, perundingan kedua pihak akan digelar di ibu kota Pakistan, Islamabad, dengan mediasi langsung dari pemerintah setempat.

Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, memastikan gencatan senjata telah berlaku segera.

“Saya dengan senang hati mengumumkan bahwa Iran dan Amerika Serikat, bersama sekutu mereka, telah menyepakati gencatan senjata segera di semua wilayah, termasuk Lebanon,” tulis Sharif melalui platform X.

Ia juga mengundang delegasi kedua negara untuk hadir dalam perundingan guna mencapai kesepakatan final.

Kesepakatan ini tidak lepas dari syarat utama yang diajukan Washington, yakni pembukaan kembali Selat Hormuz. Jalur strategis tersebut mengalirkan sekitar seperlima pasokan minyak dunia.

Penutupan sebagian oleh Iran sejak akhir Februari memicu lonjakan harga energi global serta gangguan distribusi bahan bakar. Trump menegaskan bahwa gencatan senjata bergantung pada “pembukaan penuh, segera, dan aman” jalur tersebut.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan pihaknya akan menghentikan operasi militer jika serangan terhadap Iran juga dihentikan.

“Jika serangan terhadap Iran dihentikan, angkatan bersenjata kami akan menghentikan operasi defensif mereka,” ujarnya.

Ia juga memastikan jalur pelayaran di Selat Hormuz akan dibuka sementara selama dua minggu melalui koordinasi militer.

Meski demikian, Iran tetap bersikap hati-hati. Dewan Keamanan Nasional menegaskan bahwa pihaknya memasuki negosiasi dengan “ketidakpercayaan penuh” terhadap AS dan siap merespons dengan kekuatan penuh jika terjadi pelanggaran.

Sebelumnya, konflik telah meluas ke berbagai wilayah, termasuk Lebanon melalui Hizbullah dan Yaman lewat kelompok Houthi, sehingga meningkatkan risiko perang regional yang lebih besar.

Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari Israel terkait kesepakatan tersebut, mengingat dalam pernyataan yang disampaikan baik oleh AS maupun Iran, keterlibatan Israel tidak disebut secara spesifik. (*)

Editor : Jamil Qasim
#gencatan senjata