batampos - Alpine memperkenalkan A110 Future, sebuah kendaraan pengembangan yang akan menjadi dasar bagi generasi terbaru A110 bertenaga listrik.
Model ini menjadi penanda transformasi Alpine dari mesin pembakaran internal menuju kendaraan listrik berperforma tinggi. Tak sekadar mengganti mesin bensin dengan motor listrik, Alpine mengklaim A110 Future dirancang sejak awal sebagai mobil sport listrik murni.
Klaim didasarkan pada fakta bahwa A110 Future dibangun sejak awal menggunakan platform khusus kendaraan listrik bukan hasil konversi dari mobil bermesin pembakaran internal.
Alpine menyebut pendekatan memungkinkan karakter khas mobil sport tetap dipertahankan meski mengusung sistem penggerak listrik. A110 Future merupakan cikal bakal generasi ketiga Alpine A110 yang dijadwalkan meluncur pada 2027.
Sebagai kendaraan uji (development mule), tampilannya masih memanfaatkan bodi yang menyerupai model lama, tetapi seluruh teknologi di baliknya merupakan rancangan baru. Mobil dibangun di atas Alpine Performance Platform (APP), platform yang dikembangkan khusus untuk jajaran mobil performa listrik Alpine.
Baca Juga: McMurtry Perkenalkan Spéirling Pure, Hypercar Listrik Track-Only Berteknologi Canggih
Berbeda dari banyak mobil listrik lain, A110 Future tetap mempertahankan konfigurasi penggerak roda belakang (rear-wheel drive) dengan dua motor listrik yang ditempatkan di bagian belakang kendaraan.
Alpine menerapkan desain baterai split battery, yakni dua paket baterai yang ditempatkan di belakang kabin. Tata letak tersebut dirancang menghasilkan distribusi bobot 40:60 sehingga mobil tetap lincah saat bermanuver di tikungan.
A110 Future telah menggunakan arsitektur kelistrikan 800 volt, teknologi yang memungkinkan proses pengisian daya berlangsung jauh lebih cepat dibandingkan sistem 400 volt yang masih banyak digunakan pada mobil listrik saat ini.
Alpine juga menyematkan silicon carbide (SiC) inverter untuk meningkatkan efisiensi sekaligus mengurangi bobot komponen kelistrikan.
Alpine percaya diri menyatakan mobil ini akan mampu memberikan pengalaman berkendara yang setara, bahkan melampaui sejumlah mobil sport bermesin bensin.
Tantangan terbesar yang masih dihadapi adalah menjaga bobot kendaraan agar tetap ringan mengingat generasi A110 sebelumnya dikenal memiliki berat sekitar 1,1 ton. Prototipe A110 Future dijadwalkan tampil perdana di Goodwood Festival of Speed 2026, sebelum versi produksi resminya diluncurkan pada 2027.
Alpine juga berencana memperluas lini kendaraan listriknya dengan menghadirkan model sport A310 berkonfigurasi 2+2 yang akan menggunakan platform APP yang sama.
Klaim Alpine sebagai pembuat mobil sport listrik sejati pertama di dunia memicu perdebatan di kalangan pengamat otomotif. Pasalnya pasar telah lebih dulu mengenal sejumlah mobil sport listrik seperti Tesla Roadster dan MG Cyberster.
Alpine berargumen bahwa A110 Future berbeda karena sejak tahap awal dirancang sebagai mobil sport listrik murni dengan platform khusus bukan adaptasi dari model berbahan bakar konvensional.(*)
Editor : Juliana Belence