batampos- Pemkab Bintan tengah menyusun kebijakan untuk mendukung kelangsungan pembelajaran anak dengan aman dan optimal. Di antaranya melalui konsep medikalisasi belajar dan penerapan jam malam bagi pelajar.
Sekretaris Daerah Bintan, Ronny Kartika menjelaskan istilah medikalisasi belajar merujuk pada upaya kolaboratif antara lembaga pendidikan, keluarga, dan instansi terkait.
Dalah hal ini termasuk Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) untuk memaksimalkan proses belajar anak melalui pendekatan persuasif dan dukungan psikososial.
“Agar proses pembelajaran dari rumah menjadi bagian penting, dengan tingkat pendampingan yang lebih baik di malam hari,” kata Ronny, Kamis (28/8).
Strategi ini, kata Ronny dirancang untuk meminimalkan permasalahan yang terjadi di malam hari. Seperti kecemasan atau gangguan terhadap anak.
"Untuk memastikan proses belajar tetap berlangsung secara optimal," tegas Ronny.
Sementara itu, Ketua PGRI Bintan Oky Silfebri, menyambut baik wacana tersebut. Oky menekankan pentingnya mencegah pengaruh sosial negatif terhadap anak di luar jam sekolah.
Selain itu, mendukung pendekatan yang memastikan aktivitas anak-anak dan para pelajar diarahkan ke hal-hal yang konstruktif.
“Kami mendukung kebijakan jam malam untuk melindungi mereka dari pengaruh-pengaruh kurang sehat di masyarakat,” jelasnya.
Menurut Oky, wacana itu merupakan komitmen Pemkab Bintan untuk membangun sistem pendidikan yang tidak hanya berbasis akademis.
"Tetapi juga memperhatikan aspek psikologis, keamanan, dan kesejahteraan anak," tutup Oky. (*)
Editor : Tunggul Manurung