Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Satgas MBG Utus Tim Investigasi, Temuan Beras Berulat di SPPG Bintan Timur

Slamet Nofasusanto • Rabu, 5 November 2025 | 16:00 WIB
Sekda Bintan, Ronny Kartika.
Sekda Bintan, Ronny Kartika.

batampos- Sekda Bintan, Ronny Kartika angka bicara terkait temuan beras berulat di Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) di Kelurahan Sei Lekop, Kecamatan Bintan Timur.

Sebagai Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Bintan, ia mengakui belum menerima laporan resmi terkait masalah tersebut dari SPPG.

"Secara teknis saya belum dapat laporan, hanya baru mengetahuinya dari pemberitaan media," ujarnya, Selasa (4/11).

Meskipun demikian, ia telah meminta klarifikasi kepada koordinator wilayah masing-masing untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.

Hasil klarifikasi, katanya bahwa beras tersebut belum diolah menjadi makanan sehingga belum didistribusikan ke sekolah-sekolah karena masih berada di tingkat dapur.

"Alhamdulillah, masalah ini sudah dapat dimitigasi," katanya.

Selain meminta klarifikasi, ia juga mengutus tim ke SPPG tersebut untuk melakukan investigasi lebih lanjut terkait temuan beras berulat tersebut.

"Saya masih menunggu hasil investigasi dari tim untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi, baik dari sisi hulu maupun hilir dalam proses distribusi beras ini," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, pekerja SPPG Kelurahan Sei Lekop, Kecamatan Bintan Timur, menemukan ulat di dalam beras premium merek Harumas yang digunakan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Kelompok MBG Kecamatan Bintan Timur, Prayogo mengatakan bahwa penemuan ulat terjadi saat pekerja mengecek beras baru di dapur SPPG.

Setelah menemukan ulat di dalam karung beras, mereka memeriksa karung lainnya dan hanya menemukan satu karung yang tidak terkontaminasi ulat.

Prayogo langsung mengambil langkah tegas dengan merekomendasikan penggantian beras yang terkontaminasi ulat.

Setelah diganti, mereka melakukan pengecekan ulang untuk memastikan tidak ada lagi ulat di dalam beras yang baru. (*)

Editor : Tunggul Manurung
#beras harumas #Berulat