Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Kebakaran Lahan di Jalan Raya Busung Bintan, Asap Tebal Picu Kemacetan dan Ganggu Pengendara

Slamet Nofasusanto • Kamis, 29 Januari 2026 | 14:45 WIB

PETUGAS dari berbagai pihak berupaya memadamkan api yang membakar lahan di Jalan Raya Busung, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Bintan, Rabu (28/1/2026). F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.
PETUGAS dari berbagai pihak berupaya memadamkan api yang membakar lahan di Jalan Raya Busung, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Bintan, Rabu (28/1/2026). F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

Batampos -  Kebakaran lahan hebat terjadi di sepanjang Jalan Raya Busung, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan, Rabu (28/1/2026). Asap tebal yang membumbung dari lokasi kebakaran mengganggu jarak pandang pengendara dan menyebabkan kemacetan panjang di jalur utama tersebut.

Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah pengendara terpaksa memperlambat laju kendaraan, bahkan sebagian memilih putar arah karena jarak pandang yang sangat terbatas akibat kepulan asap pekat.

Kondisi tersebut juga terekam dalam sejumlah video yang beredar luas di media sosial, memperlihatkan asap tebal menutupi badan jalan dan membahayakan pengguna jalan.

Hingga pukul 17.00 WIB, petugas gabungan dari UPT Damkar Tanjunguban, Polres Bintan, serta sekuriti PT Surya Bangun Pertiwi (SBP) masih berjibaku memadamkan api. Proses pemadaman turut dibantu Pemerintah Kecamatan Seri Kuala Lobam, PT Bintan Inti Industrial Estate (BIIE), serta warga setempat.

Akibat kebakaran tersebut, arus lalu lintas dari arah Tanjunguban maupun Tanjungpinang sempat tersendat. Petugas di lapangan memberlakukan sistem buka-tutup jalan untuk mengurai kemacetan dan mencegah kecelakaan lalu lintas.

Salah seorang warga setempat, Noor, mengaku api sudah membesar saat dirinya pulang dari sekolah. Ia bahkan sempat diminta berhenti oleh petugas karena kondisi asap yang cukup tebal.

“Kendaraan kami sempat diminta berhenti karena asapnya sangat tebal. Mata saya juga terasa perih karena asap masuk ke dalam kendaraan,” ujarnya.

Baca Juga: Bupati Anambas Kecewa Soroti Ulah Kontraktor Pasar Loka

Kepala UPT Damkar Tanjunguban, Panyodi, mengatakan lahan yang terbakar diperkirakan mencapai lebih dari 4 hektare. Hingga sore hari, petugas telah menghabiskan sekitar 25 ton air untuk memadamkan api.

“Asapnya cukup tebal dan api cepat menjalar. Sampai saat ini sudah sekitar 25 ton air yang digunakan untuk proses pemadaman,” kata Panyodi.

Ia menjelaskan, api diduga berasal dari dalam lahan yang terbakar kemudian dengan cepat menyebar ke area sekitar jalan akibat tiupan angin kencang. Panyodi menduga kebakaran tersebut dipicu aktivitas pembakaran lahan oleh masyarakat yang ditinggalkan tanpa pengawasan.

“Bunga api yang terbawa angin kencang bisa menyebabkan kebakaran meluas ke area lain,” jelasnya.

Panyodi mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan, terutama di tengah kondisi cuaca berangin yang berpotensi memperparah kebakaran.

“Jangan membakar lahan sembarangan karena sangat membahayakan pengguna jalan dan masyarakat sekitar,” tegasnya.

Hingga pukul 17.58 WIB, petugas gabungan masih terus melakukan upaya pemadaman dan pendinginan di lokasi kebakaran guna mencegah api kembali menyala. (*)

 

Editor : Chahaya Simanjuntak
#bintan #Kebakaran Bintan #karhutla