batampos — Kepergian Muhammad Helmi, pelajar SMK Negeri 1 Seri Kuala Lobam, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, guru, dan rekan-rekannya.
Helmi meninggal dunia setelah terlibat kecelakaan lalu lintas di Jalan Indunsuri, Tanjunguban, Bintan, Senin (6/4/2026).
Siswa kelas XII tersebut dikenal sebagai pribadi yang rajin dan terampil, khususnya di jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR).
Baca Juga: Motor vs Mobil di Bintan Buyu, Satu Orang Tewas
Wakil Kepala Kurikulum SMK Negeri 1 Seri Kuala Lobam, Jefri Tampubolon, mengatakan pihak sekolah sangat kehilangan sosok Helmi.
“Helmi merupakan salah satu siswa andalan di jurusan TKR. Dia dikenal rajin dan memiliki keterampilan yang baik,” ujarnya, Selasa (7/4).
Menurut Jefri, Helmi baru saja menyelesaikan praktik kerja lapangan (PKL) selama enam bulan di kawasan industri Lobam.
Hari kejadian tersebut merupakan hari pertama Helmi kembali ke sekolah setelah menyelesaikan masa magang.
“Pada hari itu, dia kembali ke sekolah dan sempat menyalami teman-teman serta guru. Tidak seperti biasanya,” kenangnya.
Baca Juga: Antar Barang Teman, Pelajar SMK di Bintan Tewas Kecelakaan
Jefri mengaku momen tersebut terasa berbeda, seolah menjadi perpisahan terakhir Helmi dengan lingkungan sekolah.
Pada hari itu, Helmi bersama teman-temannya juga mengikuti persiapan Uji Kompetensi Keahlian (UKK). Ujian tersebut dijadwalkan berlangsung pada 13 April 2026.
“Ujian tertulis sudah selesai, tinggal UKK. Setelah itu pengumuman kelulusan pada 4 Mei. Namun takdir berkata lain,” katanya.
Guru produktif TKR, Agung Mario Putra, mengenang Helmi sebagai sosok yang aktif dan memiliki semangat tinggi dalam belajar.
“Dia jago dalam pengelasan dan pengecatan. Bahkan sering bertanya apakah ada proyek yang bisa dia bantu,” ujarnya.
Baca Juga: Polisi Soroti Beton U-Turn Bergeser, Minta Dishub Lakukan Penataan
Menurutnya, Helmi tidak segan meluangkan waktu di luar jam sekolah, bahkan di akhir pekan, untuk membantu pekerjaan praktik maupun kegiatan di lingkungan sekitar.
Sebelumnya, Helmi mengalami kecelakaan saat mengendarai sepeda motor Honda Karisma dan bertabrakan dengan mobil Toyota Calya.
Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong.
Kepergian Helmi menjadi kehilangan besar bagi sekolah dan menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan di jalan raya. (*)
Editor : M Tahang