Batampos - Masyarakat Desa Dendun, Kecamatan Mantang, Bintan mengalami kesulitan air bersih akibat musim kemarau.
Warga pun terpaksa antre hingga menyaring air sumur keruh kekuningan seperti berkarat karena kualitasnya menurun. Sebagian sumur bahkan sudah berubah menjadi asin sehingga tidak bisa digunakan.
Kepala Desa (Kades) Dendun, Eva Riana mengakui, masyarakat di desanya mengalami kesulitan air bersih. Namun, kondisi saat ini tidak separah 10 tahun lalu.
"Dulu kita harus mengambil air di Mantang," kata Eva, Jumat (24/4/2026).
Baca Juga: Empat Terdakwa Korupsi Jembatan Marok Kecil Dituntut 3 tahun hingga 3,6 Tahun Penjara
Menurut Eva, masyarakat yang terdampak kekeringan di desanya tidak siginfikan.
Namun, kondisi kekeringan ini membuat masyarakat harus antre. Jika sebelumnya masyarakat mengambil air pagi dan siang hari, kini banyak yang bergiliran pada siang hingga malam hari.
"Kalau siang ramai, jadi antre. Jadi ada masyarakat yang ambilnya malam hari, giliranlah pada intinya," kata Eva.
Ia menyebut, ada puluhan sumur warga, namun sekitar 5 hingga 6 sumur sudah berubah asin meski jarak ke laut cukup jauh, sekitar 30 hingga 40 meter.
"Karena sudah kering, air laut masuk ke sumur menjadi asin," kata Eva.
Baca Juga: JCH Karimun Tiba di Tanah Suci dengan Kondisi Sehat, Tinggal Dekat Mesjid Nabawi
Tapi, lanjut Eva, ada 8 sumur masih bisa digunakan, 4 diantaranya yang berwarna kekuningan seperti berkarat namun masih bisa disiasati dengan disaring.
"Harus disaring dengan saringan tradisional," kata Eva.
Selain sumur warga, Eva mengatakan, ada sumur bor bantuan Balai Wilayah Sungai (BWS) tahun 2024.
"Airnya bagus namun ada karat juga," tambahnya.
Kondisi air di Desa Dendun, menurut Eva, dipengaruhi faktor alam dan kontur tanah.
Melihat kondisi ini, ia pun mengimbau masyarakat hemat menggunakan air. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak