Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Viral! Video Laga Sepak Bola Ricuh, Kenapa?

Slamet Nofasusanto • Selasa, 28 April 2026 | 15:20 WIB
SITUASI ricuh saat laga pertandingan sepakbola, beberapa waktu lalu. F Tangkapan layar via Slamet Nofa Susanto.
SITUASI ricuh saat laga pertandingan sepakbola, beberapa waktu lalu. F Tangkapan layar via Slamet Nofa Susanto.

Batampos - Laga pertandingan sepak bola antara dua tim kesebelasan dalam ajang Idulfitri Cup Sei Enam 2026 di lapangan bola Sei Enam, Kelurahan Sei Enam, Kecamatan Bintan Timur, pada Senin (27/4/2026) sore, berujung ricuh. 

Dalam video beredar di media sosial, sejumlah supporter masuk ke dalam lapangan. 

Salah seorang supporter berbaju hitam terlihat memukul pemain berbaju putih yang sedang dilerai dan dipegangi warga lain dan seorang pemain berbaju warna hitam. 

Baca Juga: Penipuan Digital Meningkat, Perbankan Kepri Perkuat Pertahanan Siber

Setelah dipisahkan, pria berbaju hitam tadi masih menendang bagian belakang pemain berbaju putih tersebut. 

Kemudian, pemain berbaju putih itu dibawa menjauh dari keramaian. 

Lurah Sei Enam, Alam Syah mengatakan, kericuhan terjadi saat laga pertandingan sepak bola antara Tim Rasa Saya dan Porse. 

Kejadian bermula saat salah satu pemain dari Tim Kesebelasan Porse tidak menerima atas keputusan wasit. 

Wasit melihat telah terjadi pelanggaran di kotak penalti. Protes ini memicu ketegangan hingga suporter masuk ke lapangan dan terjadi pemukulan. 

Namun, Alam memastikan masalah ini telah diselesaikan dengan musyawarah secara kekeluargaan.

 "Alhamdulillah semalam sudah selesai. Kedua belah pihak berdamai," kata Alam, Selasa (28/4/2026). 

Kanit Reskrim Polsek Bintan Timur, Iptu Yofi Akbar mengatakan, pihaknya telah membuka ruang mediasi melalui Bhabinkamtibmas dan mendudukan masalah ini dengan pihak Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Bintan untuk mencari penyelesaian. 

Baca Juga: Prabowo Targetkan Perbaikan 1.800 Perlintasan Kereta Tanpa Palang, Siapkan Rp4 Triliun

"Kedua belah pihak juga sudah sepakat untuk menyelesaikan secara kekeluargaan," kata Yofi, Senin (27/4/2027) kemarin.

Meski diselesaikan secara kekeluargaan, ia mengatakan, sanksi tetap akan dijatuhkan dari PSSI. 

PSSI akan menggelar rapat internal untuk memberikan sanksi yang akan dijatuhkan baik kepada pemain maupun klub sepak bolanya. 

Yofi mengakui, sempat terjadi pemukulan namun tidak ada korban luka-luka.

"Tidak sampai ke ranah hukum, ditangani internal PSSI dan penyelenggara saja," kata Yofi. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
#sepakbola