batampos – Pemerintah Kabupaten Bintan memastikan ketersediaan ayam potong menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah dalam kondisi aman. Hingga pertengahan Mei 2026, stok ayam di Bintan tercatat mencapai sekitar 458 ribu ekor.
Kepala Bidang Perdagangan DKUPP Bintan, Setia Kurniawan, mengatakan jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama momentum Iduladha.
“Jumlah stok saat ini masih di atas kebutuhan rata-rata masyarakat,” ujar Setia, Selasa (20/5).
Baca Juga: Koperasi di Bintan Diperbolehkan Kelola Tambang, Wajib Sesuai Tata Ruang
Ia merinci, dari total stok tersebut sebanyak 245.700 ekor merupakan ayam hidup dengan bobot di bawah 1 kilogram. Kemudian sekitar 87.100 ekor berbobot 1 hingga 1,5 kilogram, serta 125.200 ekor ayam berbobot di atas 1,5 kilogram.
Selain memastikan ketersediaan stok, DKUPP Bintan juga memantau stabilitas harga ayam potong di pasaran agar tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Kami pastikan harga ayam potong tetap sesuai HET, yakni Rp40 ribu per kilogram berdasarkan kesepakatan peternak dan asosiasi,” katanya.
Tak hanya ayam potong, stok sejumlah bahan pangan lainnya juga dipastikan aman. DKUPP mencatat persediaan daging kerbau sekitar 5 ton, daging sapi 2 ton, serta ayam beku mencapai 23,3 ton.
Baca Juga: Warga Antusias Serbu Pasar Murah Pemkab Natuna di 17 Kecamatan
Berdasarkan hasil pemantauan di sejumlah pasar tradisional, harga kebutuhan pokok di Bintan relatif stabil. Gula pasir dijual sekitar Rp14.200 per kilogram, tepung terigu kemasan Rp13.500 per kilogram, dan tepung curah Rp11 ribu per kilogram.
Sementara harga telur ayam berkisar Rp19 ribu hingga Rp19.500 per 10 butir. Untuk kedelai dijual sekitar Rp13.500 per kilogram.
Harga cabai juga masih bervariasi. Cabai merah Surabaya dijual Rp56 ribu per kilogram, cabai rawit Rp60 ribu per kilogram, cabai merah Medan Rp48 ribu per kilogram, sedangkan cabai setan mencapai Rp76 ribu per kilogram.
Adapun harga daging ayam potong di Pasar Barek Motor Kijang, Kecamatan Bintan Timur, berada di kisaran Rp39 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram.
Baca Juga: Kepri Masuk Prioritas Nasional, 100 Kampung Nelayan Merah Putih Disiapkan
DKUPP Bintan menyatakan siap menggelar operasi pasar apabila terjadi lonjakan harga atau peningkatan permintaan yang signifikan menjelang Iduladha.
“Selama harga masih stabil dan pasokan aman, operasi pasar belum diperlukan,” ujar Iwan.
Ia menambahkan, DKUPP bersama Satgas Pangan Polres Bintan dan instansi terkait terus melakukan pemantauan rutin terhadap stok dan harga bahan pokok di pasaran. (*)
Editor : M Tahang