Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Tumpukan Sampah Menggunung di Tanjunguban

Slamet Nofasusanto • Kamis, 11 Juni 2026 | 19:05 WIB

Petugas kebersihan mengangkut tumpukan sampah ke dalam truk di Jalan Nipah, Tanjunguban, Kamis (11/6/2026). Penanganan sampah di Bintan Utara sempat terkendala armada yang rusak serta bertambahnya jarak tempuh menuju TPA Kijang.  F. Slamet N / Batam Pos
Petugas kebersihan mengangkut tumpukan sampah ke dalam truk di Jalan Nipah, Tanjunguban, Kamis (11/6/2026). Penanganan sampah di Bintan Utara sempat terkendala armada yang rusak serta bertambahnya jarak tempuh menuju TPA Kijang. F. Slamet N / Batam Pos

batampos – Tumpukan sampah yang menggunung di sejumlah titik di Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, mulai diangkut oleh petugas kebersihan pada Kamis (11/6/2026) pagi. Sebelumnya, kondisi sampah yang menumpuk hingga meluber ke badan jalan dikeluhkan warga karena menimbulkan bau tidak sedap dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Koordinator Satgas Kebersihan Kecamatan Bintan Utara, Misyanto, mengakui penanganan sampah sempat terkendala dalam beberapa hari terakhir akibat keterbatasan armada pengangkut.

Menurutnya, satu dari tiga truk pengangkut sampah mengalami kerusakan pada bagian sasis sehingga tidak dapat dioperasikan. Sementara satu unit lainnya belum bisa digunakan karena masih terkendala administrasi kartu bahan bakar minyak (BBM) subsidi.

“Satu dari tiga truk pengangkut sampah rusak pada bagian casis. Satu truk lagi belum dioperasikan karena belum memiliki kartu BBM subsidi,” ujarnya.

Baca Juga: Kepesertaan JKN di Batam Capai 96,82 Persen, BPJS Kesehatan Perkuat Layanan dan Digitalisasi

Ia menjelaskan, selama ini pengangkutan sampah dari Tanjunguban menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kijang mengandalkan dua unit truk dengan total volume sampah yang diangkut mencapai sekitar 10 ton per hari.

Dalam kondisi normal, armada melakukan empat kali perjalanan setiap hari, yakni dua kali pada pagi hari dan dua kali pada siang hari. Namun, frekuensi pengangkutan dapat berkurang apabila cuaca tidak mendukung.

“Biasanya empat trip per hari, pengantaran pagi dan siang. Tapi tergantung cuaca, kalau hujan hanya tiga trip,” katanya.

Selain keterbatasan armada, Satgas Kebersihan juga menghadapi kendala bertambahnya jarak tempuh menuju TPA setelah adanya pengalihan arus lalu lintas dari Jalan Lintas Barat ke Jalan Lama Tanjungpinang–Tanjunguban.

Sebelumnya, jarak menuju TPA Kijang sekitar 74 kilometer. Kini, jarak tersebut bertambah menjadi sekitar 92 kilometer untuk satu kali perjalanan.

“Pulang pergi sudah sekitar 180 kilometer. Terkadang truk kami kembali ke Tanjunguban dari Kijang sudah malam,” ujar Misyanto.

Meski demikian, pihaknya optimistis penanganan tumpukan sampah dapat segera diselesaikan. Satgas Kebersihan menargetkan seluruh sampah yang menumpuk di sejumlah lokasi dapat terangkut dalam waktu tiga hari ke depan.

“Insha Allah tiga hari kita bersihkan sehingga tidak ada penumpukan sampah seperti kemarin,” katanya.

Sebelumnya, warga Tanjunguban mengeluhkan tumpukan sampah di sejumlah tempat pembuangan sementara, di antaranya di Jalan Nipah dan Jalan Bhakti Praja. Sampah yang menumpuk selama beberapa pekan menimbulkan bau menyengat dan dikhawatirkan mengganggu kesehatan masyarakat.

Salah seorang warga, Aril, menyebut terdapat sedikitnya tiga titik pembuangan sementara yang mengalami penumpukan sampah cukup parah.

“Rasanya sudah sekitar empat minggu ini terjadi penumpukan sampah. Baunya sudah sangat menyengat,” ujarnya.

Ia menduga keterlambatan pengangkutan sampah berkaitan dengan bertambahnya jarak tempuh menuju TPA akibat pengalihan akses jalan. Karena itu, warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut agar tidak kembali terulang.

Dengan mulai beroperasinya proses pengangkutan sampah, masyarakat berharap kondisi lingkungan di Tanjunguban dapat segera kembali bersih dan nyaman. (*)

Editor : Putut Ariyo
#sampah tanjunguban #Kebersihan Bintan #TPA Kijang #Bintan Utara #lingkungan