Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Puluhan Anak di Bintan Ikut Sunatan Massal Gratis, RSJKO EHD Pastikan Pemantauan Pascaoperasi

Slamet Nofasusanto • Minggu, 28 Juni 2026 | 15:05 WIB
Seorang anak didampingi orangtuanya saat mengikuti sunatan massal gratis di RSJKO Engku Haji Daud (EHD) Tanjunguban, Sabtu (27/6/2026). F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos
Seorang anak didampingi orangtuanya saat mengikuti sunatan massal gratis di RSJKO Engku Haji Daud (EHD) Tanjunguban, Sabtu (27/6/2026). F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos

batampos – Masa libur sekolah dimanfaatkan Rumah Sakit Jiwa dan Ketergantungan Obat (RSJKO) Engku Haji Daud (EHD) Tanjunguban untuk menggelar sunatan massal gratis. Program sosial tersebut diikuti puluhan anak dari berbagai wilayah di Kabupaten Bintan dan menjadi bentuk kepedulian rumah sakit terhadap layanan kesehatan masyarakat.

Sebanyak 40 anak tercatat mendaftar sebagai peserta. Namun, setelah menjalani pemeriksaan kesehatan, sembilan anak belum dapat langsung dikhitan karena mengalami fimosis atau kondisi ketika kulit penutup kepala penis terlalu sempit sehingga membutuhkan penanganan khusus.

Direktur RSJKO EHD Tanjunguban, dr. Asep Guntur Sapari, mengatakan aspek keselamatan peserta menjadi prioritas dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Karena itu, setiap anak terlebih dahulu menjalani pemeriksaan sebelum tindakan dilakukan.

Baca Juga: Prabowo Bakal Tutup Ratusan BUMN, Sebut Beban Direksi dan Komisaris Terlalu Besar

"Dari hasil pemeriksaan, ada sembilan anak yang mengalami fimosis sehingga tindakan sunat harus ditunda dan dilakukan dengan penanganan yang lebih hati-hati," ujarnya, Sabtu (27/6).

Ia menjelaskan, kegiatan sengaja dijadwalkan pada masa libur sekolah agar anak-anak memiliki waktu pemulihan yang cukup sebelum kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Menurutnya, pelayanan tidak berhenti setelah tindakan sunat selesai. Tim medis juga akan melakukan pemantauan terhadap seluruh peserta hingga proses penyembuhan berjalan dengan baik.

"Seluruh peserta akan kami monitor selama masa pemulihan untuk memastikan kondisinya tetap baik," katanya.

Asep mengungkapkan, sempat muncul usulan agar layanan sunatan dilakukan secara keliling atau door to door. Namun, rumah sakit memilih memusatkan kegiatan di poliklinik karena fasilitas medis lebih lengkap, peralatan lebih memadai, dan standar sterilitas lebih terjamin.

Baca Juga: YouTube Rombak Shorts dengan Fitur Baru, Pengalaman Menonton Semakin Mirip TikTok

"Kami ingin peserta mendapatkan pelayanan yang aman dan nyaman dengan dukungan fasilitas kesehatan yang lengkap," ujarnya.

Salah seorang peserta, Galang, 10, mengaku sempat merasa gugup sebelum menjalani sunat. Meski demikian, siswa kelas V SD Negeri 004 Bintan itu akhirnya memberanikan diri setelah mendapat dukungan dari teman-temannya.

"Awalnya takut, tapi akhirnya berani," katanya.

Sementara itu, ayah Galang, Zulkifli, mengaku terbantu dengan adanya program sunatan massal gratis tersebut. Menurut warga Perumahan Telaga Surya, Tanjunguban, biaya khitan cukup besar sehingga kegiatan sosial seperti ini sangat meringankan beban keluarga.

"Anak memang ingin ikut setelah tahu informasi dari teman-temannya. Kami tentu sangat terbantu karena pelayanannya gratis," ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, RSJKO EHD berharap semakin banyak anak mendapatkan akses layanan kesehatan yang aman dan berkualitas, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya khitan sebagai bagian dari kesehatan anak. (*)

Editor : M Tahang
#Khitan Gratis #Sunatan Massal #RSJKO EHD #bintan