Batampos - Sebanyak 20 siswa SMK Negeri 1 Seri Kuala Lobam dan SMK Negeri 1 Bintan Utara dibekali 100 Jam Pelajaran (JP) praktik las standar industri di lingkungan Kawasan Bintan Industrial Estate (BIE), Lobam.
Program SMK Welding Teaching Factory Batch 7 dan Batch 8 ini dibuka pada Rabu (1/7/2026) di LPK Bintan Cakrawala.
Head of Community Development PT BIIE, Setya Budi Prabowo mengatakan, program ini sudah jalan sejak 2023 dan puluhan alumninya kini sudah bekerja di berbagai tenant PT BIIE.
"Alumni sudah bekerja di PT Singatac Bintan, PT A-One Precision Engineering Indonesia, PT Esco Bintan serta sejumlah perusahaan lainnya," ujar Setya.
Baca Juga: Listrik Perumahan Lobam Mas Asri Bintan Padam Akibat Tupai Mati Kesetrum
Ia mengatakan, program ini wadah bagi siswa agar dapat merasakan praktik langsung proses pengelasan dengan standar industri.
Siswa tidak hanya belajar teknik tapi mereka diajarkan langsung oleh instruktur yang pernah bekerja di industri internasional.
"Mereka tidak hanya jago ngelas, tapi juga akan dibentuk mental kerjanya mulai dari disiplin, kerja tim sampai budaya K3," ujarnya.
Baca Juga: Tanjunguban Selatan Menang Wakili Kepri di Ajang Desa/Kelurahan Berprestasi Nasional 2026
Ia menegaskan, komitmen PT. BIIE mendukung pendidikan vokasi untuk menyiapkan tenaga kerja lokal yang siap pakai.
"Keberhasilan alumni yang terserap di dunia kerja jadi motivasi kami untuk terus mengembangkan program ini," pungkasnya.
Pembukaan dihadiri Kepala LPK Bintan Cakrawala, Hadiedwar, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMKN 1 Seri Kuala Lobam, Jefri Tampubolon dan Head of Welding Engineering Workshop Jurusan Teknik Pengelasan SMKN 1 Bintan Utara, Rika Firma Yanti. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak