Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Ledakan AI Bikin Kioxia Jepang Raup Laba Fantastis Rp96 Triliun

jpg • Sabtu, 16 Mei 2026 | 12:59 WIB
Kantor Kioxia di Jepang. (Kyodo)
Kantor Kioxia di Jepang. (Kyodo)

batampos – Ledakan perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai mengubah peta industri semikonduktor global. Produsen chip asal Jepang, Kioxia Holdings Corporation, memproyeksikan lonjakan laba fantastis hanya dalam tiga bulan berkat tingginya permintaan chip untuk pusat data AI.

Dilansir dari Kyodo News, Sabtu (16/5), Kioxia memperkirakan laba bersih periode April–Juni 2026 melonjak lebih dari 47 kali lipat menjadi 869 miliar yen atau sekitar Rp96,5 triliun.

Kenaikan tersebut didorong tingginya kebutuhan chip memori NAND flash yang menjadi komponen utama penyimpanan data pada infrastruktur AI dan pusat data modern.

CEO Kioxia, Hiroo Ota, mengatakan tren pertumbuhan AI masih sangat kuat dan kini mulai menjadi bagian penting dari infrastruktur sosial global.

“AI kini berkembang menjadi fondasi baru dalam berbagai layanan digital dan kebutuhan pusat data,” ujarnya.

Tak hanya proyeksi kuartalan, kinerja tahunan perusahaan juga mencatat rekor baru. Untuk tahun fiskal yang berakhir Maret 2026, laba bersih Kioxia naik lebih dari dua kali lipat menjadi 554,49 miliar yen atau sekitar Rp61,5 triliun.

Sementara itu, laba operasional perusahaan meningkat 92,7 persen menjadi 870,37 miliar yen atau setara Rp96,6 triliun.

Dari sisi penjualan, Kioxia membukukan pertumbuhan sebesar 37 persen menjadi 2,34 triliun yen atau sekitar Rp259,7 triliun.

Lonjakan permintaan datang dari berbagai sektor, mulai dari perangkat konsumen seperti smartphone hingga kebutuhan industri dan pusat data AI.

Penjualan chip untuk perangkat konsumen tercatat naik sekitar 1,5 kali lipat, sedangkan sektor industri dan pusat data meningkat sekitar 1,4 kali dibanding periode sebelumnya.

Untuk kuartal April–Juni 2026, Kioxia memperkirakan laba operasional mencapai 1,30 triliun yen atau sekitar Rp144,3 triliun. Sedangkan penjualan diproyeksikan menembus 1,75 triliun yen atau sekitar Rp194,2 triliun.

Perusahaan juga menyiapkan ekspansi agresif dengan mengalokasikan belanja modal sekitar 450 miliar yen atau setara Rp49,9 triliun untuk memperkuat kapasitas produksi serta pengembangan chip generasi baru.

Kioxia menilai permintaan pasar chip AI masih akan melampaui kapasitas pasokan global setidaknya hingga 2027.

Meski optimistis terhadap prospek bisnis, perusahaan belum merilis proyeksi penuh untuk tahun fiskal berikutnya karena masih mempertimbangkan risiko geopolitik global, termasuk konflik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi rantai pasok industri semikonduktor dunia. (*)

Editor : Jamil Qasim
#artificial intelligence #Kioxia #produsen chip #AI