batampos - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia menetapkan rata-rata harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada April 2026 sebesar 117,31 dolar AS per barel.
Angka tersebut melonjak sebesar 15,05 dolar AS dibandingkan Maret 2026 yang tercatat sebesar 102,26 dolar AS per barel.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan kenaikan harga minyak dipengaruhi berlanjutnya eskalasi konflik geopolitik yang meningkatkan risiko gangguan pasokan minyak dunia, terutama di kawasan Timur Tengah dan Selat Hormuz.
“Peningkatan harga minyak mentah pada April 2026 dipengaruhi oleh berlanjutnya eskalasi konflik geopolitik yang meningkatkan risiko gangguan suplai minyak dunia, terutama terkait kondisi di kawasan Timur Tengah dan Selat Hormuz,” ujar Laode dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi ANTARA dari Jakarta, Selasa.
Penetapan harga tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 203.K/MG.03/MEM.M/2026 tentang Harga Minyak Mentah Bulan April 2026.
Menurut Laode, sejumlah perkembangan global sepanjang April 2026 turut memberi tekanan pada pasar minyak dunia, mulai dari ketegangan di Selat Hormuz, blokade pelabuhan Iran oleh Amerika Serikat, hingga serangan terhadap infrastruktur energi di kawasan Timur Tengah.
Situasi tersebut memicu kekhawatiran pasar terhadap stabilitas pasokan energi global.
Selain faktor geopolitik, pertumbuhan ekonomi China pada triwulan I 2026 yang mencapai 5 persen secara tahunan juga memberikan sentimen positif terhadap permintaan minyak dunia.
Meski demikian, Laode menilai masih terdapat beberapa faktor yang berpotensi menahan kenaikan harga minyak dunia. Faktor tersebut antara lain proyeksi penurunan permintaan minyak global pada triwulan II 2026 sebesar 5 juta barel per hari secara tahunan, serta peluang terbukanya kembali jalur diplomasi damai antara Iran dan Amerika Serikat.
“Pemerintah akan terus memantau perkembangan pasar minyak global secara cermat untuk menjaga ketahanan energi nasional serta memastikan stabilitas pasokan energi dalam negeri,” kata Laode.
Secara rinci, perkembangan rata-rata harga minyak mentah dunia pada April 2026 dibandingkan Maret 2026 adalah sebagai berikut:
-
ICP Indonesia naik 15,05 dolar AS per barel, dari 102,26 dolar AS menjadi 117,31 dolar AS per barel;
-
Brent (ICE) naik 2,86 dolar AS per barel, dari 99,60 dolar AS menjadi 102,46 dolar AS per barel;
-
WTI (Nymex) meningkat 7,06 dolar AS per barel, dari 91,00 dolar AS menjadi 98,06 dolar AS per barel;
-
Dated Brent naik 16,66 dolar AS per barel, dari 103,89 dolar AS menjadi 120,55 dolar AS per barel;
-
Basket OPEC turun 7,81 dolar AS per barel, dari 116,36 dolar AS menjadi 108,55 dolar AS per barel per 29 April 2026. (*)