Ekspor Batam Sentuh US$9,47 Miliar di Semester I 2026, Industri Elektronik Tetap Jadi Andalan

Rengga Yuliandra • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 08:23 WIB
Bongkar muat kontainer di Pelabuhan Batuampar, beberapa waktu lalu. Di tengah tekanan global, ekspor Batam tetap menunjukkan kinerja positif meski sedikit menurun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Bongkar muat kontainer di Pelabuhan Batuampar, beberapa waktu lalu. Di tengah tekanan global, ekspor Batam tetap menunjukkan kinerja positif meski sedikit menurun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Kinerja ekspor Kota Batam pada semester pertama 2026 mengalami koreksi tipis di tengah tekanan ekonomi global. Meski demikian, aktivitas industri dan perdagangan luar negeri tetap menunjukkan daya tahan yang kuat dengan nilai ekspor mencapai hampir US$10 miliar.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam, nilai ekspor periode Januari–Juni 2026 tercatat sebesar US$9,47 miliar, turun 2,01 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai US$9,66 miliar.

Kepala BPS Kota Batam, Devi Indriastuti, mengatakan penurunan tersebut terutama dipicu melemahnya ekspor sektor nonmigas. Namun, kondisi itu belum mencerminkan pelemahan aktivitas industri secara menyeluruh karena produksi manufaktur masih tetap berjalan.

"Nilai ekspor Kota Batam periode Januari-Juni 2026 sebesar US$9.467,28 juta. Dibandingkan periode yang sama tahun 2025, terjadi penurunan sebesar 2,01 persen. Penurunan ini disebabkan ekspor nonmigas yang turun 2,60 persen, dari US$9.260,46 juta menjadi US$9.019,49 juta," ujarnya, Rabu (5/8).

Meski secara kumulatif mengalami penurunan, kinerja ekspor Batam mulai menunjukkan tren pemulihan pada Juni 2026. Nilai ekspor bulan tersebut mencapai US$1,61 miliar, meningkat 3,45 persen dibandingkan Juni 2025.

Baca Juga:  TNI Gelar Latihan Terintegrasi Trimatra di Lingga, Kepri

Peningkatan juga terjadi pada ekspor nonmigas yang mencapai US$1,52 miliar atau tumbuh 2,24 persen. Sementara itu, ekspor migas melonjak 29,78 persen menjadi US$88,96 juta.

"Artinya, meskipun secara kumulatif semester pertama mengalami penurunan, pergerakan ekspor pada Juni menunjukkan adanya penguatan kembali," kata Devi.

Industri Elektronik Masih Mendominasi

Sektor industri berteknologi tinggi masih menjadi tulang punggung ekspor Batam. Komoditas mesin dan peralatan listrik (HS 85) menjadi penyumbang terbesar dengan nilai US$4,91 miliar, atau sekitar 54,43 persen dari total ekspor nonmigas.

Komoditas unggulan lainnya meliputi mesin dan pesawat mekanik (HS 84) senilai US$1,13 miliar, produk kimia US$483,17 juta, benda dari besi dan baja US$416,10 juta, serta minyak dan lemak hewan maupun nabati US$392,82 juta.

Di sektor perikanan, ekspor ikan dan udang juga mencatat pertumbuhan positif. Nilainya mencapai US$9,66 juta, meningkat 24,48 persen dibandingkan semester pertama tahun lalu.

Data tersebut menunjukkan diversifikasi produk ekspor Batam terus berkembang, meski sektor manufaktur tetap menjadi motor utama perdagangan internasional daerah.

Amerika Serikat Masih Jadi Pasar Utama

Amerika Serikat masih menjadi tujuan ekspor terbesar produk Batam sepanjang Januari–Juni 2026 dengan nilai mencapai US$2,58 miliar, atau berkontribusi 27,22 persen terhadap total ekspor.

Meski turun 2,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, Negeri Paman Sam tetap menjadi mitra dagang utama bagi industri di Batam.

Posisi berikutnya ditempati Singapura dengan nilai ekspor US$2,25 miliar atau 23,79 persen dari total ekspor. Negara tujuan utama lainnya meliputi India, Tiongkok, Jepang, Australia, Uni Emirat Arab, Belanda, Malaysia, dan Filipina.

Secara keseluruhan, sepuluh negara tersebut menyerap 82,17 persen dari total ekspor Batam selama semester pertama 2026.

Impor Tumbuh Hampir 19 Persen

Berbeda dengan ekspor, aktivitas impor Batam justru mengalami peningkatan signifikan. Nilai impor Januari–Juni 2026 mencapai US$10,41 miliar, naik 18,99 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan tersebut mencerminkan tingginya kebutuhan industri terhadap bahan baku, mesin, dan peralatan produksi seiring aktivitas manufaktur yang tetap berkembang.

Komoditas impor terbesar juga didominasi mesin dan peralatan listrik (HS 85) dengan nilai US$4,29 miliar atau sekitar 41,42 persen dari total impor nonmigas.

Sementara itu, Tiongkok menjadi negara asal impor terbesar dengan nilai US$4,21 miliar, atau menyumbang 40,39 persen dari total impor Batam.

Batu Ampar Tetap Jadi Gerbang Perdagangan

Dari sisi infrastruktur logistik, Pelabuhan Batu Ampar masih menjadi pintu utama ekspor dan impor Batam.

Nilai ekspor melalui

Kelima pintu keluar tersebut menyumbang 99,78 persen dari total ekspor Batam.

Untuk aktivitas impor

Dengan capaian tersebut, Batam dinilai masih memiliki fondasi industri dan perdagangan yang kuat untuk menghadapi dinamika ekonomi serta perdagangan global pada tahun 2026. (*)

 

Editor : Putut Ariyo
Impor Batam industri Batam bps batam ekspor batam ekonomi batam