batampos — Pengembang gim lokal terus didorong untuk menghasilkan karya yang mampu bersaing di pasar internasional. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Jakarta Game Fest (JGF) 2026 yang digelar Binus University sebagai wadah bagi mahasiswa dan developer lokal untuk memamerkan karya sekaligus memperluas jejaring dengan industri gim.
Festival yang diinisiasi Program Game Application & Technology (GAT) dari School of Computer Science Binus University itu kembali digelar di Kampus Binus Kemanggisan, Jakarta.
Jakarta Game Fest 2026 menghadirkan beragam agenda, mulai dari JGF Game Showcase, JGF Indie Spotlight, kompetisi cosplay, Portfolio Review melalui IGDX Career Got Talent, JGF Choice Awards, JGF Grand Prize, hingga JGF Online Fest melalui platform itch.io.
Tak sekadar menjadi ajang pameran, festival ini juga menjadi ruang pertemuan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri gim. Kegiatan tersebut sekaligus memperkenalkan Program Game Application and Technology kepada siswa SMA/SMK, orang tua, dan masyarakat luas.
Melalui kegiatan ini, Binus University berupaya memperkuat hubungan antara akademisi, mahasiswa, pengembang gim independen, dan pelaku industri kreatif digital.
Jakarta Game Fest 2026 Pamerkan Karya Gim Mahasiswa
Head of Program Game Application & Technology Binus University, David, mengatakan karya yang ditampilkan dalam Jakarta Game Fest 2026 mencerminkan kemampuan teknis dan kreativitas pengembang lokal.
Karya-karya tersebut memiliki karakter beragam, mulai dari gim independen hingga gim dengan model bisnis freemium, yakni permainan yang dapat diakses secara gratis dengan sejumlah fitur atau konten berbayar.
”Melalui Jakarta Game Fest 2026, kami ingin memperlihatkan bahwa mahasiswa dan developer lokal kita memiliki kapasitas teknis dan kreativitas yang luar biasa. Berbagai karya yang ditampilkan, mulai dari konsep gim independen hingga model freemium, membuktikan bahwa talenta muda Indonesia sangat siap bersaing dan menembus standar industri global,” kata David dalam keterangannya, dikutip Sabtu (17/10).
Selain memberikan ruang untuk memamerkan produk, kegiatan ini membuka kesempatan bagi pengembang untuk memperoleh masukan dan mengenal kebutuhan industri. Agenda Portfolio Review juga menjadi salah satu sarana bagi peserta untuk memperlihatkan kemampuan serta karya mereka kepada profesional.
Binus University Dorong Talenta Muda Industri Gim
Rektor Binus University, Nelly, menyebut penyelenggaraan Jakarta Game Fest secara berkelanjutan merupakan bagian dari komitmen kampus untuk menghadirkan pendidikan yang memberikan dampak kepada masyarakat.
Menurut dia, festival tersebut menjadi wadah bagi talenta muda Indonesia untuk mengembangkan kreativitas, menghasilkan karya, dan mempersiapkan diri menghadapi perkembangan industri gim global.
”Kesuksesan Jakarta Game Fest yang berkelanjutan adalah wujud nyata komitmen dalam menghadirkan pendidikan yang berdampak langsung pada masyarakat. Kami bangga dapat menjadi katalisator bagi talenta-talenta muda Indonesia untuk berinovasi, berkarya, dan memimpin masa depan industri game global,” ungkapnya.
Dekan School of Computer Science Binus University, Derwin Suhartono, menambahkan bahwa pendidikan di bidang teknologi kreatif perlu terus menyesuaikan diri dengan kebutuhan industri.
Penguatan kurikulum dan fasilitas, menurut dia, menjadi bagian penting dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga mampu berkontribusi dalam pengembangan inovasi digital.
”Melihat antusiasme yang luar biasa sejak tahun lalu, kami optimis bahwa Jakarta Game Fest 2026 dapat menjadi tolok ukur kualitas pendidikan teknologi kreatif di Indonesia. Kami akan terus memastikan kurikulum dan fasilitas kami selalu selaras dengan kebutuhan industri, menghasilkan lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga menjadi motor penggerak inovasi,” ungkapnya.
Kolaborasi Perkuat Ekosistem Gim Indonesia
Dukungan terhadap Jakarta Game Fest 2026 juga datang dari asosiasi dan komunitas gim. Kehadiran profesional industri, studio gim independen, serta komunitas menjadi bagian dari kolaborasi untuk memperkuat ekosistem gim nasional.
Kolaborasi antara perguruan tinggi dan pelaku industri dinilai penting untuk membuka ruang pertukaran pengetahuan, memperluas jaringan profesional, serta membantu pengembang muda memahami kebutuhan pasar.
Melalui Jakarta Game Fest 2026, karya mahasiswa dan developer lokal diharapkan semakin dikenal, baik di pasar domestik maupun internasional. Penguatan kemampuan teknis, kreativitas, dan koneksi industri menjadi bekal bagi pengembang Indonesia untuk mengembangkan produk yang mampu bersaing di tengah pertumbuhan industri gim global. (*)
Editor : Putut Ariyo