batampos – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) tengah mengkaji rencana pembelian kembali saham atau buyback di tengah dinamika pasar saham domestik. Langkah tersebut menjadi salah satu opsi strategis perusahaan untuk menjaga kepentingan pemegang saham.
Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, mengatakan kajian dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi perusahaan serta ketentuan regulator, termasuk Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 13 Tahun 2023.
“SIG terus mencermati perkembangan pasar saham domestik secara menyeluruh dan siap melakukan langkah strategis, termasuk buyback saham,” kata Indrieffouny, dikutip Minggu (1/11).
Menurut dia, rencana tersebut masih dalam tahap kajian dan dilakukan secara cermat. Perusahaan mempertimbangkan berbagai aspek agar langkah yang diambil dapat mendukung kinerja sekaligus menjaga kepentingan pemegang saham.
Indrieffouny menilai dinamika pasar saham tidak serta-merta mencerminkan kondisi fundamental perusahaan. Dia menyebut SIG masih memiliki fondasi usaha yang kuat untuk meningkatkan kinerja dan mencapai pertumbuhan jangka panjang.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan, SIG terus mengoptimalkan peluang dan sumber daya yang dimiliki. Upaya tersebut dilakukan guna meningkatkan daya saing serta memperkuat ketahanan bisnis di tengah tantangan industri bahan bangunan.
Selain itu, SIG memiliki beragam solusi bahan bangunan untuk memenuhi kebutuhan sektor konstruksi. Perseroan juga didukung jaringan produksi dan distribusi yang luas sehingga mampu menjangkau berbagai wilayah, termasuk daerah terpencil.
"Segala keunggulan yang dimiliki menjadi fondasi yang kuat bagi SIG untuk meningkatkan kinerja dan mencapai pertumbuhan berkelanjutan," ujar Indrieffouny.
Sebagai perusahaan induk BUMN semen, SIG memiliki 51 persen saham yang dimiliki Pemerintah Indonesia. Perseroan menaungi enam anak usaha produsen semen, yakni Semen Padang, Semen Gresik, Semen Tonasa, Solusi Bangun Indonesia, Semen Baturaja, serta Thang Long Cement Company di Vietnam.(*)
Editor : Cipi Ckandina