Tak tanggung-tanggung, BI Kepri menggempur peredaran uang lusuh, rusak, dan tak layak edar dengan membuka layanan penukaran uang di jantung ibu kota Kabupaten Anambas, Tarempa.
Sebanyak Rp 1,970 miliar uang baru dibanjirkan langsung ke tangan masyarakat.
Pantauan di lapangan menunjukkan antusiasme warga luar biasa tinggi.
Warga berbondong-bondong datang untuk menukarkan uang lama mereka dengan lembaran rupiah baru yang segar dan layak edar.
Layanan ini disambut hangat, terutama oleh pelaku usaha kecil yang selama ini kesulitan mendapatkan pecahan uang untuk kebutuhan transaksi.
Salah satunya adalah Nolly, warga Tarempa yang datang sejak pagi demi menukarkan uang untuk kebutuhan usaha keluarganya.
"Orang tua saya punya bisnis kecil-kecilan, sangat perlu uang kecil untuk kembalian pembeli. Hari ini saya tukar Rp 6 juta. Tentu sangat membantu kami," ujar Nolly.
Nolly mengungkapkan selama ini ia harus menukarkan uang kecil kepada pedagang kaki lima dengan sistem janjian.
Sedangkan di beberapa bank yang ada di Tarempa, penukaran uang kecil tak selalu tersedia. Ia berharap layanan dari Bank Indonesia bisa dilakukan lebih rutin.
"Kalau bisa, BI datang dua sampai empat kali setahun, apalagi menjelang Hari Raya Idul Fitri. Itu momen paling krusial, kami sangat butuh uang pecahan kecil," tambahnya.
Ketua Tim Ekspedisi BI Kepri, Sofyan, menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari misi besar Bank Indonesia dalam memastikan uang yang beredar di seluruh penjuru negeri tetap dalam kondisi layak edar, tak terkecuali di wilayah terdepan seperti Anambas.
“Kami membawa uang baru senilai Rp 1,970 miliar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Anambas. Ini adalah wujud komitmen BI untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat, bahkan hingga ke wilayah paling luar,” tegas Sofyan.
Kegiatan ini juga menjadi pengingat pentingnya menjaga kualitas uang sebagai alat transaksi utama.
Dengan menggempur uang lusuh dan menggantinya dengan yang baru, Bank Indonesia kembali menegaskan bahwa pelayanan keuangan yang merata adalah hak seluruh rakyat Indonesia dari kota besar hingga ke pulau terluar. (*)
Editor : Tunggul Manurung