batampos - Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Batam kembali menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu. Barang haram tersebut ditemukan di area branggang kebun, yang kerap menjadi titik rawan pelemparan dari luar lapas.
Kepala Pengamanan Lapas (KPLP) Batam, Andre Silalahi, mengatakan lokasi tersebut sering dipilih karena posisinya berdekatan dengan tepi jalan dan relatif mudah dijangkau dari luar.
“Dari beberapa kasus yang kami tangani, temuan narkotika hampir selalu berada di area branggang kebun,” ujarnya, Jumat (3/4).
Ia menjelaskan, pelemparan sabu diduga dilakukan dari jalan di samping gedung lapas maupun dari sekitar Pos Menara 3. Untuk itu, pengawasan dari menara serta pemeriksaan rutin di area tersebut terus diperketat.
“Pengawasan dari menara terus kami tingkatkan, termasuk pengecekan berkala di area branggang,” katanya.
Guna menutup celah penyelundupan, pihak lapas juga berencana memasang pagar jaring atau paranet di sepanjang tembok yang berhadapan dengan Blok D. Paranet tersebut dirancang setinggi 20 meter dengan panjang sekitar 100 meter.
“Langkah ini kami lakukan demi keamanan dan kenyamanan di Lapas Batam, karena aksi pelemparan sudah berulang kali terjadi,” ungkap Andre.
Sementara itu, Kepala Lapas Batam, Yosafat Rizanto, menilai penggagalan tersebut menjadi bukti konsistensi petugas dalam memerangi peredaran narkoba di dalam lapas.
“Ini menunjukkan bahwa integritas petugas menjadi benteng utama dalam menjaga lapas dari peredaran barang terlarang,” ujarnya.
Yosafat menegaskan, upaya tersebut juga merupakan bagian dari pelaksanaan 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam pemberantasan narkoba.
“Program ini menitikberatkan pada penguatan pengawasan, peningkatan integritas aparatur, serta tindakan tegas terhadap penyalahgunaan narkoba,” tutupnya. (*)
Editor : Jamil Qasim