Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Sakit Hati Diduga Jadi Motif Penikaman di Lubuk Baja

Eusebius Sara • Sabtu, 25 April 2026 | 06:01 WIB
Pelaku penikaman diamankan personel Polsek Lubukbaja. F. Istimewa
Pelaku penikaman diamankan personel Polsek Lubukbaja. F. Istimewa

batampos – Percekcokan antar rekan kerja di salah satu food market kawasan Nagoya Thamrin, Batam, berujung aksi penikaman. Seorang pria menjadi korban penganiayaan menggunakan senjata tajam jenis karambit di Blok C Komplek Nagoya Thamrin City, Kelurahan Lubuk Baja Kota, Kecamatan Lubuk Baja, Kamis (23/4) sekitar pukul 22.05 WIB.

Insiden bermula saat korban pulang bekerja dan melintas di lokasi kejadian. Tiba-tiba, pelaku datang menggunakan sepeda motor Honda Beat Street, menghentikan kendaraannya, lalu menghampiri korban sambil mengajak berkelahi di tengah jalan.

Tanpa banyak bicara, pelaku langsung mengeluarkan karambit yang disimpan di tubuhnya dan menyabet lengan kiri korban. Korban sempat melakukan perlawanan dengan melempar batu sebelum berusaha melarikan diri.

Namun, pelaku terus mengejar. Dalam aksi pengejaran itu, pelaku kembali menyerang dan menusukkan senjata tajam ke bagian perut serta pinggang korban. Setelah melukai korban, pelaku langsung melarikan diri dari lokasi.

Kapolsek Lubuk Baja, Kompol Deni Langie, mengatakan pihaknya segera bergerak cepat setelah menerima laporan kejadian.

“Begitu menerima informasi, tim gabungan langsung melakukan penyelidikan untuk mengetahui keberadaan pelaku yang melarikan diri,” ujarnya.

Dari hasil penyelidikan, polisi memperoleh informasi bahwa pelaku berada di kawasan Punggur, Kecamatan Nongsa. Tim gabungan Opsnal Jatanras Polda Kepri bersama Unit Reskrim Polsek Lubuk Baja kemudian bergerak melakukan penangkapan.

“Pelaku berhasil diamankan pada Jumat dini hari sekitar pukul 02.15 WIB di wilayah Punggur tanpa perlawanan, kemudian langsung dibawa ke Polsek Lubuk Baja untuk pemeriksaan lebih lanjut,” kata Deni.

Berdasarkan pemeriksaan awal, motif penganiayaan diduga dipicu rasa sakit hati. Pelaku dan korban diketahui bekerja di tempat yang sama dan sebelumnya sempat terlibat perselisihan terkait pembagian shift istirahat.

“Pelaku mengaku emosi karena merasa sering dibully oleh korban, sehingga nekat melakukan penganiayaan tersebut,” tutup Deni. (*)

Editor : Jamil Qasim
#sakit hati