Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Pelajar SMP di Batam Tewas Terseret Arus Parit Saat Bermain Hujan

Yashinta • Rabu, 1 Juli 2026 | 20:21 WIB
Personel gabungan mengevakuasi korban yang hanyut terseret arus parit saat bermain hujan di Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa, Batam, Rabu (1/7). Peristiwa tersebut menjadi pengingat agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap derasnya arus drainase saat hujan.   F Yashinta / Batam Pos
Personel gabungan mengevakuasi korban yang hanyut terseret arus parit saat bermain hujan di Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa, Batam, Rabu (1/7). Peristiwa tersebut menjadi pengingat agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap derasnya arus drainase saat hujan. F Yashinta / Batam Pos

batampos – Seorang pelajar SMP di Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, meninggal dunia setelah hanyut terseret arus parit saat bermain hujan bersama teman-temannya, Rabu (1/7) siang. Korban ditemukan sekitar tiga jam setelah dilaporkan hilang dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

Korban diketahui bernama Naufal Fadlurrahman (14), siswa kelas IX SMP Negeri 63 Batam. Peristiwa nahas tersebut terjadi di kawasan Gang Mandiri, RT 004 RW 013, Kelurahan Kabil.

Kanit Reskrim Polsek Nongsa, Iptu Rayhan Aditya Ramadhan, menjelaskan berdasarkan keterangan saksi, korban bersama empat rekannya, yakni Denis, Leon, Faris, dan Devano, bermain hujan sekitar pukul 12.00 WIB.

"Saat bermain hujan, korban sempat memasukkan kakinya ke dalam parit lalu mengangkatnya kembali. Namun ketika korban kembali memasukkan kakinya ke parit, ia kehilangan keseimbangan dan langsung terbawa arus yang cukup deras," ujar Rayhan.

Menurutnya, salah seorang teman korban, Devano, sempat berusaha menarik tubuh korban agar tidak hanyut. Namun derasnya arus membuat pegangan tersebut terlepas sehingga korban terbawa aliran air.

Baca Juga: Listrik Perumahan Lobam Mas Asri Bintan Padam Akibat Tupai Mati Kesetrum

"Teman korban sudah berusaha memberikan pertolongan, tetapi karena arus cukup kuat korban akhirnya terbawa. Mereka kemudian berusaha mencari korban dan meminta bantuan warga setelah kehilangan jejak," katanya.

 

Pencarian Libatkan Polisi, Basarnas, dan Satpolair

Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut melalui layanan Call Center 110. Personel Polsek Nongsa tiba di lokasi sekitar pukul 14.50 WIB dan langsung melakukan pencarian dengan menyusuri aliran parit.

Polisi juga berkoordinasi dengan Tim Satpolair Polda Kepri, Basarnas, serta personel Samapta Polresta Barelang untuk melakukan pencarian gabungan.

"Kami mendapat laporan melalui layanan 110, kemudian tim langsung turun ke lokasi kejadian untuk melakukan pencarian," ujar Rayhan.

Setelah pencarian selama hampir tiga jam, korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 17.40 WIB di aliran parit belakang Kompleks Ruko Kaliban Trade Center, Kelurahan Kabil.

Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.

"Korban selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," ungkapnya.

 

Imbauan Tingkatkan Pengawasan Anak Saat Musim Hujan

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya para orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat hujan turun. Arus air di saluran drainase maupun parit dapat berubah menjadi sangat deras dalam waktu singkat dan berpotensi membahayakan keselamatan.

Rayhan menambahkan, ayah korban turut membantu proses pencarian di lokasi kejadian, sementara ibu korban mengalami syok setelah mengetahui peristiwa tersebut.

"Ayah korban ikut membantu mencari, sedangkan ibu korban dalam kondisi syok di rumah," pungkasnya. (*)

Editor : Putut Ariyo
#Polsek Nongsa #Kabil #Peristiwa Batam #Nongsa #batam