batampos - Dua kasus pembunuhan yang terungkap dalam sepekan terakhir menjadi alarm keras bagi masyarakat Batam. Kecemburuan hingga emosi menghadapi anak yang rewel berujung pada hilangnya nyawa.
Polresta Barelang pun mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpancing emosi dan memilih penyelesaian yang bijak ketika menghadapi persoalan, terutama dalam lingkungan keluarga.
Kapolresta Barelang Kombes Pol Anggoro Wicaksono menegaskan, persoalan sekecil apa pun tidak seharusnya diselesaikan dengan kekerasan. Masyarakat diminta menahan emosi, mengedepankan komunikasi, serta meminta bantuan pihak yang dipercaya apabila konflik tidak mampu diselesaikan sendiri.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak, menahan emosi dan tidak mudah terpancing. Kalau ada masalah, selesaikan secara baik-baik. Kalau memang bermasalah dengan hukum, laporkan kepada penegak hukum,” tegas Anggoro saat memberikan keterangan terkait pengungkapan dua kasus tersebut.
Baca Juga: Polisi Ungkap Pembunuhan di Hutan Mentarao, Suami Siri Korban Jadi Tersangka
Peringatan itu disampaikan setelah jajaran Polresta Barelang mengungkap kasus pembunuhan S (51). Perempuan tersebut ditemukan tewas dan jasadnya membusuk di kawasan hutan Mentarao, Kelurahan Patam Lestari, Kecamatan Sekupang.
Polisi menangkap MD (54), yang diduga merupakan suami siri korban. Penyidik menduga pembunuhan tersebut dipicu rasa sakit hati dan kecemburuan.
Kasus berbeda terjadi di Bengkong. Kekerasan terhadap anak berakhir tragis setelah MA, bayi berusia 1,2 tahun, meninggal dunia. Korban diduga mengalami kekerasan oleh pengasuhnya, CTH (29).
Peristiwa itu terjadi di sebuah rumah di kawasan Bengkong Abadi Baru, Kelurahan Tanjung Buntung, Sabtu (22/8). Berdasarkan penyelidikan, motif sementara tindakan tersangka dipicu rasa kesal karena korban sering rewel dan sulit diberi makan.
Dari dua kasus tersebut, Anggoro kembali mengingatkan pentingnya pengendalian emosi, khususnya dalam persoalan rumah tangga dan pengasuhan anak.
Konflik keluarga, kata dia, seharusnya tidak menjadi alasan untuk melakukan tindakan yang membahayakan keselamatan orang lain.
“Masalah rumah tangga juga demikian. Selesaikan secara baik-baik, cari orang yang bisa dipercaya untuk menyelesaikan konfliknya,” pesannya.
Anggoro juga meminta orang tua lebih cermat memastikan keamanan anak, termasuk ketika anak berada di luar jam sekolah maupun saat dititipkan kepada pihak lain.
“Untuk anak juga perhatikan dengan baik. Aktivitas di luar jam sekolah hingga penitipan anak di tempat penitipan, pastikan anak aman,” katanya.
Polisi berharap dua tragedi tersebut menjadi pelajaran bagi masyarakat agar setiap persoalan diselesaikan dengan kepala dingin, komunikasi, dan jalur yang tepat, bukan dengan kekerasan. (*)
Editor : Yofi Yuhendri