batampos- Angin kencang yang disertai hujan deras melanda Bintan pada Jumat (24/10) malam, menyebabkan kerusakan pada empat rumah warga.
Kepala Pelaksana BPBD Bintan, Ramlah mengatakan bahwa rumah-rumah yang terdampak angin kencang tersebut tersebar di dua kecamatan yaitu Kecamatan Bintan Pesisir dan Kecamatan Bintan Timur.
Di Kecamatan Bintan Pesisir, satu rumah yang terdampak adalah rumah milik Mulyadi N di Desa Mapur RT 01 RW 01 Kampung Nendiang.
Sementara itu, di Kecamatan Bintan Timur, tiga rumah lainnya yang terdampak adalah rumah milik Rayendra di RT 04 RW 05 Jalan Nusantara, rumah milik Hironimus Rego di RT 02 RW 03 Telaga Bintan, dan rumah milik Edison Edo di RT 05 RW 04 Kampung Korindo 1, Kelurahan Sei Lekop.
"Kerusakan meliputi atap dapur, kamar, ruang tengah, dan ruang tamu yang rusak akibat terjangan angin kencang," ujar Ramlah, Sabtu (25/10) malam.
Ia mengatakan, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Bintan langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan asesmen dan pendataan terhadap korban bencana angin kencang.
Tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, perangkat desa, dan masyarakat setempat bergotong-royong membersihkan puing-puing bangunan rumah warga yang rusak akibat angin kencang.
Ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan siaga mengingat potensi cuaca ekstrem di wilayah Bintan yang dapat mengakibatkan terjadinya bencana alam.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi di perairan Bintan dan curah hujan yang masih tinggi, terutama saat terjadi hujan deras.
"Kita minta masyarakat tetap waspada dengan cuaca ekstrem yang terjadi. Karena cuaca seperti ini dapat datang secara tiba-tiba," pungkasnya.
Sekretaris BPBD Bintan, Agus Ariyadi mengatakan bahwa TRC BPBD Bintan telah melakukan peninjauan terhadap tiga rumah yang rusak di Kelurahan Sei Lekop, Kecamatan Bintan Timur akibat angin kencang.
"Kerusakan yang terjadi bervariasi dari ringan, terutama pada atap rumah yang diterjang angin kencang," ujarnya.
Ia juga menyebutkan bahwa tim akan melakukan penghitungan kerugian akibat bencana tersebut.
Setelah proses pendataan dan penghitungan selesai, pemerintah daerah akan menyalurkan material bangunan yang dibutuhkan oleh warga yang terdampak.
"Kita juga akan menyalurkan bantuan logistik kepada para korban bencana," tambahnya. (*)
Editor : Tunggul Manurung